DERAKPOST.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menyentil keras, masih adanya pihak dahulu, yakni disaat zaman kolonial disebut sebagai londo ireng sekarang ini. Dalam catatan sejarah Indonesia, Londo Ireng merujuk sebagai sebutan pribumi dianggap berkhianat dengan membantu atau bekerja untuk penjajah Belanda.
“Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain? Wartawan, jurnalis apa itu? Bahkan pengamat, LSM. Dan LSM harus kita tanya, yang gaji lo itu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” kata Prabowo dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB, Jakarta, dihari Kamis kemarin.
Prabowo juga berpendapat, sejak zaman penjajahan dulu, sudah ada orang-orang Indonesia yang tidak patriotik dan justru mengabdi kepada bangsa lain. Pada saat yang sama, Prabowo sindir media disebut itu seakan menafikan fakta, bahwa didalam pemerintahanya telah banyak merenovasi bangunan gedung sekolah.
Dikutip dari laman CNNIndonesia. Disebut dia, sejauh ini kalau pemerintahannya telah ada memperbaiki sekitar 67 ribu bangunan sekolah di Indonesia, dan tahun depan juga menginstruksikan agar jumlahnya tersebut ditambah hingga 100 ribu sekolah.
“Yang sekian belas tahun itu tak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang… ya kan? Walaupun yang kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh,” ujarnya.
Meski begitu, Prabowo dalam hal ini masih enggan menyampaikan siapa media yang dia maksud itu. Prabowo hanya menduga bahwa publik juga sudah mengetahui hal demikian itu tanpa harus sebutkan secara rinci. Namun dia mengatakan, bahwa pada saatnya akan sebutkan apa yang dimaksud nantinya.
Pada saat yang sama, Prabowo menyebut ada pihak mengkampanyekan Indonesia akan runtuh aliascollapse. Ia mengatakan, prediksi itu selalu meleset dan Indonesia justru tumbuh lebih kuat.
“Jadi sudah pasti kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps, bulan April akan kolaps eh, April lewat enggak kolaps, Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei ini lewat enggak kolaps. Bulan Juni akan kolaps, Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” ujar Prabowo.
Diketahui juga, Prabowo menuding ada kampanye besar untuk menggoyahkan Indonesia. Ia menyebut ada pihak yang memprediksi Indonesia akan jatuh alias kolaps dengan menyebut April atau akan kolaps bulan Mei. Tetapi nyatanya hingga saat ini tidak ada terjadi.
Prabowo inipun menganalogikan kehidupan bernegara itu seperti pertandingan sepak bola, hubungan antara pendukung dengan tim. (Dairul)