Wow…. Tersandung Masalah SLHS, Kepala BGN Sudaryono Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG

0 51

DERAKPOST.COM – Saat ini, yaitu sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebar itu diberbagai wilayah Indonesia, resmi ditutup sementara. Dalam penutupan dapur-dapur itu, disebab belum juga mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Penegasan itu, dipapar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono kepada media. “Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS adalah sertifikasi laik higiene, dan sanitasi jadi satu syarat mutlak penyelenggaraanya dapur menyelenggarakan ini Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono.

Dikutip dari laman Detik. Sudaryono sebut, BGN akan terus melakukan penyisiran dan verifikasi ketat terhadap puluhan ribu dapur SPPG. Dari total awal 27.485 dapur saat ini BGN melakukan hal penyisiran penutupan sementara menjadi 27.022 dapur.

Berdasarkan pembaruan data (update) hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, ditemukan 1.999 dapur SPPG yang belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan setempat.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” tegasnya.

Setelah melalui proses konfirmasi dan evaluasi bertahap hingga hari ini, BGN mengambil tindakan tegas itu menutup 1.999 dapur SPPG, yang guna dilakukan  investigasi lebih lanjut. Yang ditutup itu ada meliputi Wilayah 1: 351 dapur SPPG
Wilayah 2: 1.417 dapur SPPG, dan serta
Wilayah 3: 231 dapur SPPG

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” kata Sudaryono. Kata dia, langkah penutupan dan investigasi ini diambil sebagai komitmen BGN menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di Indonesia.

Kesempatan itu, Sudaryono menekankan, hal dilakukan ini tengah upaya pemerintah memastikan program MBG itu tidak hanya memenuhi target penerima manfaat. Tapi, juga memperhatikan hal aspek keamanan pangan. Bahwa kepatuhan yaitu terhadap standar higiene dan sanitasi jadi bagianya penting penyelenggaraan dapur.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.