Dua Anggota DPRD yang Berseteru, Yulisman Tegaskan Nasib Parisman dan Indra Eet di Tangan DPP Golkar

0 62

DERAKPOST.COM – Diketahui, beberapa hari lalu, dua anggota DPRD Riau berasal satu partai, yakni Fraksi Golkar ini malah berseteru saat agendanya Rapat Banggar sama TAPD Pemprov Riau.

Pasca kejadian tak baik itu, yang menjadi perbincangan publik tersebut juga sedang dilakukan berbagai upaya perbaikan dalam mencari solusinya untuk Parisman Ikhwan dengan Indra Gunawan. Seperti halnya ada dilakukan DRPD Riau, melalui pihak Badan Kehormatan.

Terkait konflik dua anggota DPRD Riau ini, dikonfirmasikan kepada Ketua DPD Golkar Riau Yulisman, sebelumnya masih enggan mengomentari akan hal masalah tersebut. Namun, dengan didesak agar memberikan tanggapan. Akhirnya, Yulisman ini berikan tanggapanya.

Kepada wartawan, Yulisman menegaskan perseteruan Parisman Ikhwan sama Indra Gunawan Eet ini diserahkan ke pihak DPP Golkar. Artinya, sepenuhnya menyerahkan keputusannya ke DPP Golkar untuk dapat menindaklanjut permasalahan yang terjadi di waktu itu.

Disinggung kemungkinan adanya sanksi Pergantian Antar Waktu (PAW) pada dua anggota DPRD Riau tersebut ? Untuk hal itu, kata Yulisman, pihaknya tidak boleh mengintervensi yang menjadi keputusan DPP Golkar nanti. Maka, menunggu kini keputusan itu.

“Kalau soal PAW, itu tidak bisa dari kami sikapi. Karena sekarang masalahnya itu sudah di DPP, maka kami tidak bisa untuk mengintervensi DPP. Tetapi kalau diminta masukan, ya tentu akan kami berikan. Itu, artinya kami menunggu keputusan,” sebut Anggota DPR ini.

Di sisi lain, Badan Kehormatan DPRD Riau ini diketahui terus melakukan penanganan dugaan pelanggaran etik menyeret kedua anggota DPRD Riau, Parisman Ikhwan dan Indra Gunawan. Dan sekarang, memasuki tahap awal klarifikasi, proses ini berjalan kumpulkan fakta.

Hal itu, seperti disampaikan Ketua Badan Kehormatan DPRD Riau Imustiar, kepada wartawan. Dikatakan dia, pihaknya sudah ada meminta keterangan yang sedikitnya 10 orang saksi, untuk mengurai kronologi peristiwa secara utuh sebelum mengambil suatu keputusan.

Namun demikian, kata Imustiar yang juga anggota DPRD Riau Fraksi Golkar, diharap semua pihak bisa memberikan waktu agar proses dikerjakan berjalan objektif sesuai mekanisme yang berlaku. “Pihaknya, saat ini sedang bekerja intensif, itu kumpulkan data,” ungkapnya.

Ia memastikan masih ada beberapa pihak lagi yang akan dimintai keterangan dalam waktu dekat, termasuk juga dari kalangan anggota DPRD Riau, yang berada di lokasi kejadian. Langkah meminta keterangan ini dilakukanya guna memperoleh gambaran yang menyeluruh.

Dikatakan dia, sederetan saksi yang telah diperiksa atau dimintai keterangan adalah berasal dari berbagai unsur di lingkungan DPRD Riau. Mulai dari pegawai sekretariat, petugas keamanan, hingga anggota DPRD Riau yang mengetahui langsung insiden keributan tersebut.

“Yang diminta keterangan dari sekretariat, kemudian sekuriti. Tadi itu, cukup banyak yang kami mintai keterangan dari sekuriti, kemudian juga dari anggota DPRD Riau itu yang berada saat kejadian. Dan setelah itu, baru kami memanggil beliau berdua,” kata anggota DPRD Riau.

Sebagaimana itu diberitakan sebelumnya. Terjadi keributan Parisman Ikhwan dengan Indra Gunawan, Kamis (16/7/2026). Hal ini bermula disaat berlangsung rapat Banggar sama TAPD Provinsi Riau. Keributan kecil itu memuncak dengan datangnya pasukan kedua belah pihak. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.