Buntut Pernyataan Habib Aboe Bakar Soal Narkoba di Madura, MKD DPR Jadwalkan Segera Panggil

0 63

DERAKPOST.COM – Buntut pernyataan dar seorang anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, makanya Mahkamah Dewan Kehormatan (MKD) akan jadwalkan pemanggilan yang bersangkutan.

Aboe Bakar bakal dimintai keterangan atas pernyataan, mengenai narkoba di Madura. MKD DPR ini menyatakan Aboe Bakar akan dimintai keteranganya atas pernyataannya tentang ‘keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba’. Dikutip dari laman Detik. Untuk undangan itu telah dikirim ke bersangkutan.

“Hal pemanggilan dijadwalkan berlangsung Selasa, 14 April besok. Besok MKD DPR ini, segera memanggil Aboe Bakar yang terkait pernyataannya tentang narkoba di Madura,” sebut Ketua MKD DPR Nazaruddin kepada wartawan menjelaskan. Pada pemanggilan terhadap Aboe Bakar dijadwal berlangsung itu besok pukul 10.00 WIB.

Dikutip dari laman Detik. Wartawan ini juga sudah menghubungi Aboe Bakar itu terkait pemanggilan oleh MKD DPR, namun belum mendapatkan jawaban hingga pemberitaan dinaikan. Detik berupaya komunikasi untuk mempertanyakan hal tersebut.

Diketahui berita sebelumnya. Pernyataanya dari Habib Aboe Bakar merupakan anggota Komisi III DPR menyampaikan pernyataan terkait narkoba di Madura, dalam rapat dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. Rapat tersebut digelar pada Selasa (7/4/2026) yang lalu.

Aboe Bakar awalnya bicara terkait pentingnya sinergi antara BNN hingga Pemda dalam memerangi narkoba. Menurutnya, tanpa sinergi, pemberantasan narkoba tidak akan optimal.

“Kami juga menegaskan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Tanpa kolaborasi yang solid, upaya kita tidak akan mencapai hasil yang optima,” kata Aboe Bakar saat rapat.

Ia lalu mencontohkan temuan di Madura. Ia meminta dugaan keterlibatan ulama hingga pesantren di Madura terkait narkotika dicek kebenarannya.

“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” ucap dia.

Ia menyebut keuntungan dari permainan itu besar. Ia juga mengaku khawatir atas temuan tersebut.

“Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar,” tutur dia.

Ia juga meminta penegak hukum memperhatikan daerah-daerah perbatasan hingga pinggiran laut. Dia menyebut daerah-daerah itu jadi pusat perjalanan narkotika..

“Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-dimananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya,” tuturnya. (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.