Ini Dia Alasan BI Cetak Ulang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo

0 52

DERAKPOST.COM – Bank Indonesia (BI)
mengungkap alasan kembali mencetak
rupiah dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur BI Perry Warjiyo.

Gubernur BI Destry Damayanti dalam hal ini menjelaskan pencetakan ulang tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin bank sentral untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

Menurutnya, penerbitan rupiah dengan tanda tangan pejabat baru dilakukan mengikuti kebutuhan uang kartal serta tahapan pencetakan yang telah ditetapkan BI.

“Hari ini, Kamis (24/9/2026), terbit yang seri baru, tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan yang lama dan Bapak Gubernur juga yang sebelumnya. Jadi hari ini keluar, hari ini atau beberapa hari yang lalu, tapi itu sudah ada. Ada yang minta kolektor?” ujar Destry.

Destry menegaskan pencetakan uang bukan dilakukan secara mendadak, melainkan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BI setiap tahun. Katanya, cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun cetak uang.

Menurutnya, pencetakan uang dilakukan secara bertahap sesuai hal perhitungan kebutuhan uang kartal dalam satu periode. Karena itu, BI tidak langsung mencetak seluruh kebutuhan uang pada awal maupun akhir tahun.

“Harus selalu yang tiap tahun itu ada masanya. Jadi mencetak itu nggak langsung jebret di awal tahun atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya. Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada,” ujarnya.

Destry mengatakan uang kartal masih dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pembayaran digital.

“Khususnya untuk teman-teman kita yang masih ada di daerah, di luar jangkauan yang sinyalnya juga byar pet (nyala-hidup) gitu ya. Jadi itu hal yang biasa,” katanya, dikutip dari laman CNNIndonesia.

Ia menjelaskan keputusan pencetakan uang juga dibahas BI bersama pemerintah dengan mempertimbangkan target uang beredar dan kebutuhan penerbitan uang kartal dalam satu periode.

“Sepanjang di awal itu selalu kita ada bicarakan dengan pemerintah, kira-kira berapa target dari uang beredar yang nanti akan di dalam satu periode,” tutur Destry. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.