DERAKPOST.COM – Warga Jumrah dan sekitarnya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengeluh kondisi tegangan listrik disebut tidak stabil itu, selama hampir dua pekan terakhir.
Sehingga dikhawatirkan kondisi tersebut jika terus dibiarkan, maka itu akan dapat dikhawatirkan memicu kerusakanya dari berbagai peralatan elektronik milik para pelanggan (konsumen) PLN.
Gangguan tegangan listrik disebut mulai dirasakan warga sejak 30 Agustus 2026. Sejumlahan, peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, bahkan perangkat lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Warga juga mengaku aktivitas usaha ikut terdampak akibat kondisi listrik yang tidak stabil. Salah seorang warga setempat yang bernama Marni, mengaku kecewa dengan lambannya penanganan dari pihak PLN.
Menurutnya, warga ini sebagai pelanggan dari PLN, juga cukup banyak menanggung kerugian. “Selain itu alat elektronik banyak yang rusak, kami yang jualan es juga tidak bisa membuat es mengeras,” keluhnya.
Ia berharap, pihak PLN segera mengambil langkah perbaikan agar kondisi tegangan listrik kembali normal dan kerugian warga tidak semakin bertambah. Ini ungkapnya, harus ada pelayanan maksimal dari pihak PLN tersebut.
Sementara itu, upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak PLN Sub Rayon Teluk Pulau melalui Sulaiman Fajri. Tapi hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan melalui WhatsApp maupun panggilan telepon.
Awak media juga mendatangi kantor PLN Sub Rayon Teluk Pulau untuk hal meminta keterangan terkait keluhan warga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dikarena petugas hendak ditemui disebut tidak berada di kantor.
Hingga berita ini ditayangkan, belum juga diperoleh penjelasan resmi dari pihak PLN terkait apa penyebab tegangan listrik tidak stabil, apa langkah penanganan yang telah dilakukan, maupun akan kepastian waktu perbaikan. (Khairul)