PT Bumi Siak Pusako Dituding Jadi Aktor Utama Perusak Tanah Negeri Istana

0 81

DERAKPOST.COM – PT Bumi Siak Pusako (BSP) selama ini kerap dipuja-puja sebagai “anak emas” daerah ini. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) inipun selalu dibanggakan sebagai tulang punggung dan juga andalan utama pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

Namun, di balik gelontoran rupiah itu yang masuk ke kas daerah, tapi tersimpan ironi kelam. PT BSP diduga kuat telah menjelma itu menjadi salah satu aktor utama perusak alam di tanah Siak. ​Slogan pembangunan berkelanjutan sering didengungkan pihak pemerintah daerah seolah runtuh ketika dihadapkan pada realita di lapangan.

Keuntungan finansial dikejar, tampaknya harus dibayar mahal oleh rusaknya suatu ekosistem dan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasi perusahaan. ​Kegagalan fatal ini, yang tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab para petinggi di lingkaran elite perusahaan. Manajemen PT BSP dan jajaran pemegang saham dinilai menutup mata dan gagal total dalam menjaga regulasi lingkungan hidup di tempat mereka memeras isi bumi Siak.

​Kritik pedas dan menohok inipun datang langsung dari legislatif. Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan. “Sangat miris melihat kenyataan ini. Di satu sisi, PT BSP selalu dibanggakan sebagai penyumbang PAD terbesar, tetapi di sisi lain, mereka adalah perusak alam Siak yang nyata. Ini terbukti setelah ‘Rapor Merah’ diberikan pada plat merah tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya seperti dikutip dari laman Channel24.

​Indra secara gamblang menuding bahwa manajemen telah dibutakan keuntungan finansial, hingga mengorbankanya masa depan ekologi Siak. Hal itu nyata, suatu kegagalan total manajemen dan pemegang saham itu, yang hanya bernafsu mengejar profit, namun juga abai dan mandul dalam menjaga lingkungan hidup tempat mereka beroperasi.

Katanya, jangan sampai PAD yang diterima justru habis nanti hanya untuk memulihkan kerusakan alam yang mereka perbuat. ​Kini, masyarakat Siak dihadapkan pada pilihan pahit: terus menikmati pundi-pundi PAD yang bersumber dari kerusakan tanah kelahiran mereka sendiri, atau bersuara lantang mendesak reformasi total di tubuh PT BSP sebelum alam mereka hancur tak tersisa. (Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.