Oalah……SPMB Belum Tuntas, Munazlen: Kadisdik Riau Ini Kok Malah ke Batam Ikut Sekdaprov

0 114

DERAKPOST.COM – Saat sekarang proses hal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Riau masih berlangsung. Namun, malah ditengah banyak keluhan masyarakat yang  terkait nasib anak-anaknya tidak mendapat sekolah. Kini dikabarkan pula Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya justru berada di Batam.

Kabar kepergianya Kadisdik Riau ke Batam ini, diketahui pula mengikuti rapat bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) dan ikut bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau. Dalam hal menyikap kepergianya Kadisdik Riau ke Batam yang ditengah kondisi belum tuntas masalah anak-anak didik ini, menuai suatu kecaman dari para pihak.

Seperti halnya kritik, yang disampaikannya Munazlen selaku Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau. Ia menyebut, langkah Kadisdik Riau yang meninggalkan Pekanbaru saat pelaksanaan SPMB masih menyisakannya berbagai persoalan, hal itu jelas menunjukan sikap yang tidak sensitif terhadap kondisi terjadi di lapangan disaat aekarang.

“Sepenting apa pun rapat di Batam. Kok itu Kadisdik Riau Erisman Yahya ini, berangkat pula. Padahal sangat jelas urusanya SPMB sangat jauh lebih penting. Kan menyangkut masa depan ribuan anak dan keresahanya  orang tua yang disaat ini masih menunggu kepastianya pendidikan anak mereka,” ujar Munazlen, Selasa (23/6/2026), menyikapi hal demikian.

Dalam keterangannya kepada wartawan. Ia menilai keberangkatanya Erisman ditengah proses SPMB yang belum tuntas itu sangat jelas mencerminkan lemah kepemimpinan didalam hal mengawal salah satu program paling krusial disektor pendidikan. Terlebih, menurutnya, berbagai keputusan strategis terkait SPMB itu, masih terpusat ditangan Kadisdik, apalagi itu tanpa pendelegasian kewenangan jelas kepada pejabat teknis di lingkungan Disdik.

Alih-alih, ujarmya, berada di garda terdepan itu menyelesaikan persoalan yang muncul, Kadisdik Riau justru dinilai seperti memilih menjauh dari pusat keluhanya masyarakat. Padahal ini setiap hari masih banyak orang tua itu yang mendatangi sekolah maupun  Dinas Pendidikan untuk mencari kepastian terkait penerimaan anak mereka yang saat ini ketar-ketir masuk sekolah.

“Kalau memang alasannya sibuk mengurus SPMB, tentu publik bisa memahami. Tetapi yang terjadi masalah sekarang, masyarakat (orang tua) calon siswa masih kesulitan itu  mendapatkan informasi. Hal Kadisdik tidak berada ditempat, bahkan ini nomor telepon yang biasa digunakan pejabat sangat sulit dihubungi untuk dapat komunikasi,” terang Munazlen.

Di kesempatan itu, wartawan yang sudah puluhan tahun berkecimpung di jurnalistik ini mengatakan, juga sangat menyesalkan pernyataan yang disampaikanya oleh Beni Febrianto selaku Kepala Bidang SMA pada Disdik Riau. Dimana saat itu, Kabid SMA ini menyatakan dirinya tidak ada kewenangan mengambil keputusan terkait permohonan masyarakat minta bantuan anaknya dapat diterima di sekolah negeri.

Disebutkan Munazlen, dengan pernyataan dipaparkanya Beni Febrianto selaku Kepala Bidang SMA, tentu sangat memperlihatkan bahwasa roda pengambilan keputusan itu, di Disdik Riau ini masih sangat bergantung kepada satu figur, yakni Kepala Disdik Riau. Akibatnya, ketika pimpinan tidak berada di tempat seperti sekarang ini, maka respons terhadap berbagai persoalan pun menjadi lamban.

Di dalam hal ini, Forwadik bahkan menilai kondisi ini semakin mempertegas berbagai kritik yang selama ini diarahkan itu kepada kepemimpinan Disdik Riau. Yakni, berbagai kebijakan yang lahir itu, dinilai lebih sering menimbulkan polemik ketimbang hadirkan solusi. Maka, tidak heran kalau publik yang  mulai menganggap Disdik Riau ini, sedang mengoleksi “rapor merah”.  (Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.