Ledek Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan, BGN Pecat Gerardus Permanaditya dari Pegawai SPPG

0 55

DERAKPOST.COM – Saat ini, pegawai SPPG bernama Gerardus Permanaditya itu resmi diberhentikannya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu, karena SPPG yang meledek siswi hilang ingatan akibat keracunan dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, ke media. Dia menuturkan, bahwa keputusan pemberhentianya terhadap pegawai SPPG Dlingo, di Bantul yang meledek siswi hilang ingatan asal Kabupaten Karo, di Sumatera Utara diduga akibat keracunan MBG.

Ia mengatakan, pemecatan pada Gerardus Permanaditya tersebut, adalah bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran didalam hal penyelenggaraan MBG “Kami, sayangkan adanya pernyataan tersebut. Hal demikian tentu dinilai tak beretika,” ungkapnya.

Dikatakan dia, bahwasa setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, maka yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini tentu bisa menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memilik kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, dan empati.

Hal itu, dikutip dari laman CNNIndonesia. Gagat ini menyampaikan, setiap kejadian menyangkut hal keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Saat muncul kasus masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran wajib mengedepankan rasa kemanusiaan, empati. Selain itu juga sikap saling menghormati dan bukannya menjadikan sebagai bahan candaan ataupun olok-olok.

Gagat turut mengingatkan seluruh jajaran SPPG untuk berhati-hati menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Menurutnya, setiap pernyataan yang disampaikan oleh personel SPPG bisanl pengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” katanya.

Gagat selanjutnya menginstruksikan seluruh jajaran BGN Regional DIY untuk tidak berlarut-larut dalam polemik dan menjadikan persoalan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Dia melihat perhatian masyarakat terhadap Program MBG saat ini kian besar. Karena itu, seluruh SPPG harus menunjukkan kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang baik.

“Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik,” imbuh Gagat.

Sebelumnya, seorang pegawai SPPG di Kabupaten Bantul, DIY, diduga itu malah mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang hilang ingatan diduga akibat keracunan MBG. Dalam video beredar, pegawai itu meledek sang siswi saat ia mencicipi menu ayam katsu yang disebutnya dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.

Peristiwa ini turut menuai reaksi keras dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengecam tindakan yang dilakukan oleh Gerardus. “Perkataan dari oknum SPPG ini tentu sangat disayangkan. Mari bersama menjaga ruang publik yang aman dan juga ramah bagi semua. Jangan sampai nanti anak-anak justru jadi korban perundungan,” ungkap Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9/2026). (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.