Anggota DPRD Riau Sumardany Gelar Sosper di Sail, Malah Ada Keluhan Warga Soal Kemiskinan dan Honor Posyandu

0 115

DERAKPOST.COM – Sebagaimana diagenda itu, Anggota DPRD Riau, M Sumardany Zirnata, melaksanakan sosialisasi peraturan daerah (Sosper) di Kecamatan Sail, Minggu (10/5/2026). Dalam Sosper tersebut, warga mengeluhkan sejumlah persoalan di Kecamatan Sail.

Sosper yang berlangsung di RT 04, RW 01, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail itu, hadir langsung Plt Lurah Sukamaju Nur Saleh, beserta letua RW 04 dan ketua RT 01 dan ratusan warga RW 04.

Dalam Sosper itu, Sumardany, menyampaikan sejumlah Perda. Salah satunya Ranperda Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Saat ini DPRD bersama Pemerintah Provinsi Riau sedang menyusun Ranperda Keterbukaan Informasi Publik.

Dengan adanya keterbukaan informasi publik, maka transparansi terhadap rakyat akan lebih nyata dan terbuka. Masyarakat bisa mengawasi langsung terhadap kinerja pemerintah.

Di samping Sosper tersebut, warga Sukamaju mengeluhkan sejumlah persoalan. Mulai dari kemiskinan, banjir, bantuan sosial, hingga honor Posyandu.

Riswan Suhairi Siregar, salah seorang warga Sukamaju meminta agar Sumardany, komitmen untuk menyelesaikan permasalahan di Sail. Menurutnya, Sumardany yang juga tinggal di Sail setidaknya mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di Kecamatan Sail.

“Kita minta komitmen bapak sebagai wakil rakyat dan juga sebagai warga yang tinggal di Sail untuk menyelesaikan permasalahan di sini. Karena di sini berbagai macam permasalahan warga, seperti kemiskinan,” ujar Suhairi.

Menurutnya, Sumardany salah satu anggota DPRD Riau yang aktif turun melaksanakan kegiatan di masyarakat dan sering menjadi perbincangan. Oleh sebab itu, dirinya ingin Sumardany agar komitmen membantu permasalahan masyarakat di kampungnya sendiri.

Selanjutnya, aspirasi lainnya juga disampaikan langsung oleh Plt Lurah Sukamaju Nur Saleh. Sebagai Plt Lurah Sukamaju yang baru menjabat 20 hari, dirinya menemui kendala terkait pembaharuan data penerima bantuan sosial.

Pasalnya, nama-nama penerima bantuan dari pemerintah pusat merupakan orang-orang yang masuk dalam data lama. Padahal, warga yang dulunya terdata sebagai penerima bantuan, kini sebagian mereka sudah tergolong mampu.

Oleh karena itu, pihaknya perlu melakukan perubahan data. Namun untuk mengubah data tersebut, merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Jadi kami berharap sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota di Provinsi Riau, Pak Sumardany mau menyampaikan hal ini kepada pemerintah pusat. Karena ini sangat perlu, banyak warga yang komplain. Warga yang seharusnya dapat bantuan malah tidak menerima dan bahkan tidak masuk dalam data tersebut,” ungkap Nur Saleh.

Kemudian aspirasi lainnya terkait banjir di Sail, tepatnya di Hangjebat. Warga menyebut saat hujan turun, Hangjebat selalu banjir dan membahayakan anak-anak di sekitar.

Sementara itu, Tiwi, Ketua Posyandu RT 01, mengaku bahwa pihaknya di Posyandu kekurangan peralatan terutama timbangan bayi. Pasalnya, timbangan yang ada sudah mulai error.

Kemudian, Tiwi dan kader Posyandu lainnya juga mengeluhkan honor mereka yang tak kunjung naik. Padahal, Walikota Pekanbaru berjanji akan menaikan honor Posyandu di tahun 2026 ini. Akan tetapi, setelah 4 bulan berjalan honor yang mereka terima masih sama dengan sebelumnya.

Menanggapi aspirasi warga Sail tersebut, Sumardany menegaskannya satu per satu. Terkait komitmennya terhadap Kecamatan Sail, dirinya menyebut bahwa salah satu pokok pikiran (Pokir)-nya tahun ini ada di Kecamatan Sail. Meskipun dirinya bukan pemilik suara di Sail, namun ia tetap mengutamakan kampungya sebagai tempat pengabdiannya.

Kemudian terkait data bansos, dirinya menegaskan bahwa pembaharuan data terkait penerima bantuan sosial sudah mulai berjalan tahun lalu dan berlanjut tahun ini. Menurutnya, warga tidak perlu khawatir karena nantinya akan ada pendataan.

Sedangkan terkait banjir, dirinya menegaskan tidak akan lepas tangan sebagai wakil rakyat Kota Pekanbaru yang duduk di DPRD Riau.

“Karena untuk masalah banjir ini tidak hanya tugas DPRD Kota Pekanbaru, kami akan berkoordinasi dan menyampaikan keluhan tersebut kepada Pemko Pekanbaru,” ucapnya.

Sementara terkait peralatan Posyandu, dirinya secara pribadi akan memberikan bantuan peralatan langsung kepada Posyandu yang membutuhkan. Paling lambat, alat seperti timbangan dan alat ukur tinggi badan balita yang dibutuhkan masing-masing Posyandu akan diberikan.

Terakhir, berkaitan dengan honor kader Posyandu yang tak kunjung naik, dirinya juga akan menyampaikan hal tersebut kepada Pemko Pekanbaru terutama Walikota Pekabaru. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.