Wow….BUMN Umumkan Sudah Dipangkas 216 Entitas, Bagaimana Nasib Pegawai?

0 62

DERAKPOST.COM – Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini mengumumkannya telah memangkas 216 entitas hingga 15 Juni 2026. Perampingan dengan ditempuh melalui berbagai langkah streamlining untuk menciptakanya struktur korporasi lebih sehat, efisien, dengan fokus sektor-sektor strategis pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Transformasi BUMN terus menunjukkan progres yang positif. Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 216 entitas telah berhasil ditata,” tulis unggahan di Instagram resmi @bumn_id, dikutip Rabu (17/6/2026).

Pads kesempatan itu, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menggelar rapat internal untuk melakukan evaluasi dan membahas perkembangan pelaksanaan streamlining yang tengah berjalan di berbagai kelompok BUMN.

Dikutip dari laman Detik. Pembahasan itu dengan difokuskanmya pada percepatan penyederhanaan didalam struktur usaha, penguatan fokus bisnis inti, optimalisasi aset, serta peningkatan efektivitas pengelolaan perusahaan negara.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP BUMN bersama Danantara untuk membangun BUMN yang lebih kompetitif, profesional dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, Dony mengungkapkan rencana untuk memangkas BUMN dari 1.043 menjadi 300 pada tahun ini. Dalam proses konsolidasi ini dipastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

“Kita akan melakukan streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN kita. Kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan. Tetapi nggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK,” kata Dony di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony menyebut seluruh karyawan akan ikut dalam proses konsolidasi sehingga tidak akan terdampak. Dengan perampingan menjadi 300 BUMN, perusahaan diharapkan akan menjadi lebih sehat, kuat dan tangguh.

Konsolidasi BUMN akan dibagi menjadi beberapa klaster seperti logistik, karya, asuransi, hingga layanan teknologi informasi dan komunikasi. Contohnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dari 67 anak perusahaan yang dimiliki saat ini, nantinya hanya akan menjadi belasan perusahaan saja.

“Kita sedang menyelesaikan seluruh problematika dari pengelolaan BUMN ini sehingga ke depan BUMN ini menjadi perusahaan yang betul-betul termasuk tidak hanya dari bisnisnya, mengenai tata kelola kita juga melakukan perbaikan. Dari semua aspek kira melakukan perbaikan,” jelas Dony. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.