GP-GIBRAN Nilai Jokowi Tetap Mengabdi Meski Tak Lagi Menjabat, Feri Sibarani: Pemimpin Harus Dekat dengan Rakyat

0 111

DERAKPOST.COM – Ditengah hal rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada sejumlah daerah, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini datang dari berbagai kalangan.

Salah satu satunya disampaikan Ketua Umum Garda Pemuda Generasi Indonesia Bersatu untuk Rakyat dan Nusantara (GP-GIBRAN), Feri Sibarani, SH, MH.

Feri menilai aktivitas Jokowi yang terus menemui masyarakat meski telah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden mencerminkan komitmen seorang negarawan yang tetap mengabdikan diri kepada bangsa.

“Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan politik. Ini adalah bentuk pengabdian seorang negarawan yang masih memiliki kepedulian besar terhadap masa depan bangsa,” kata Feri dalam keterangannya, Jumat.

Menurutnya, hubungan seorang pemimpin dengan rakyat tidak boleh berhenti ketika jabatan berakhir. Justru, halnya kehadiran langsung di tengah masyarakat jadi cara terbaik memahami persoalan ini dihadapi warga sekaligus serap aspirasi berbagai daerah.

Feri mengatakan, rencana kunjungan Jokowi ke NTT memperlihatkan bahwa mantan kepala negara itu masih ingin memastikan komunikasi dengan masyarakat tetap terjalin.

“Pak Jokowi menunjukkan bahwa seorang pemimpin tetap harus hadir, mendengar, dan melihat langsung kondisi masyarakat. Semangat seperti ini layak mendapat apresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan turun ke lapangan merupakan model kepemimpinan yang efektif karena menghasilkan pemahaman yang lebih utuh dibanding hanya mengandalkan laporan tertulis.

Menurut Feri, pola tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Jokowi selama memimpin dikenal dekat dengan masyarakat.

Di sisi lain, GP-GIBRAN juga berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, karena keterbatasan sumber daya, organisasi tersebut masih mengandalkan platform digital sebagai media konsolidasi dan penyampaian gagasan.

“Kami memiliki semangat yang sama, yakni mendengar aspirasi rakyat. Hanya saja, saat ini kami lebih banyak memanfaatkan media sosial menjangkau masyarakat di berbagai daerah,” jelasnya.

Feri juga menegaskan bahwa GP-GIBRAN dibentuk sebagai wadah yang mendorong lahir regenerasi kepemimpinan nasional. Menurutnya, Indonesia butuhkan generasi pemimpin yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki visi jangka panjang.

Dalam pandangan GP-GIBRAN, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan salah satu figur muda yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan nasional.

Menutup pernyataannya, Feri mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan pandangan politik, dan membangun demokrasi yang sehat melalui adu gagasan, bukan perpecahan.

Indonesia butuh persatuan, optimisme, dan regenerasi kepemimpinan berkualitas. GP-GIBRAN terus berkontribusi melalui pendidikan politik, konsolidasi pemuda, dan penyampaian gagasan konstruktif demi Indonesia lebih maju, adil, dan berdaya saing,” tutupnya. (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.