TNI Ungkap Empat Prajurit Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus, Ini Kata Lembaga Bantuan Hukum

0 67

DERAKPOST.COM – LBH kaget TNI ungkap terlibat empat prajurit dalam kasus Andrie Yunus. Hal itu penegakan hukum terhadap pelaku bisa terdistorsi.

Dikutip dari laman Kompas. Hal itu ungkap Direktur LBH Jakarta, M Fadhil Alfathan ini mempertanyakan langkah TNI yang sudah mengungkap keterlibatanya empat prajurit dalam kasus penyiraman air keras tesebut terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.

Fadhil, yang juga tergabung dalam tim hukum Andrie Yunus, menyatakan keraguan terhadap proses penyelidikan internal yang dilakukan TNI. Ia menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu proses penegakan hukum yang tengah berjalan.

“Presiden sudah sampaikan melalui (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk mengusut tuntas kepada Polri. DPR pun sama. Bagi kami, upaya TNI melakukan ini adalah upaya distorsi terhadap proses penegakan hukum,” ujar Fadhil di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

Menurut Fadhil, sejak awal TNI tidak mendapat mandat untuk mengusut kasus tersebut. Oleh karena itu, ia mempertanyakan alasan di balik pengungkapan keterlibatan empat prajurit secara tiba-tiba. Ia mengaku terkejut, terutama setelah pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia yang menyebut bahwa penyelidikan internal baru dilakukan pada Selasa (17/3/2026) malam.

“Baru kemarin malam melakukan itu. Jadi kami cukup kaget dan sampai dengan saat ini kami juga masih mempertanyakan, memang penyelidikan macam apa yang dilakukan?” ujar Fadhil. Fadhil juga menyoroti proses penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi sebelumnya telah berjalan.

“Pertanyaannya, berdasarkan apa penangkapan terhadap empat orang tersebut? Kami khawatir empat orang ini ternyata bukan pelaku yang sebenarnya,” kata Fadhil. ”

Atau justru adalah upaya untuk kemudian mengerdilkan persoalan ini menjadi persoalan yang individual, persoalan yang spontan, bukan soal ancaman pembunuhan atau percobaan pembunuhan terhadap pembela HAM, dalam hal ini Andre Yunus,” tuturnya.

TNI Tangkap Empat Prajurit

Sebelumnya, TNI menyatakan telah menangkap empat prajurit yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto mengatakan, keempat terduga pelaku telah diterima dan ditangkap pada Rabu pagi.

“Tadi pagi saya menerima, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu. Saat ini, keempatnya telah ditahan di Pomdam Jaya untuk proses lebih lanjut.

Namun, pihak TNI belum mengungkap peran masing-masing maupun motif di balik aksi tersebut. “Jadi kami masih mendalami motifnya,” tegas dia. Adapun insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat. Podcast tersebut bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

“Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Dimas dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/3/2026). Setelah itu, Andrie sempat mengisi bahan bakar di wilayah Cikini sebelum menuju mess KontraS di kawasan Talang, Menteng.

Saat melintas di Jalan Salemba I sekitar pukul 23.37 WIB, dua pria berboncengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat. Pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru dan helm hitam, sementara pelaku yang dibonceng memakai penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, serta celana panjang.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor. Warga sekitar kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh akibat cairan tersebut, sehingga ia segera melepaskannya. Pelaku melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan sempat menjatuhkan gelas berbahan stainless steel. Dalam kondisi terluka, Andrie berusaha kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa oleh rekan-rekannya ke RSCM untuk dapatkan penanganan medis. (Dairul)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.