Waduh….. Di Cilacap Terbongkar 100 Titik SPPG Diduga Fiktif, Lokasinya Itu di Hutan hingga Pekuburan

0 69

DERAKPOST.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertanggung jawab menjalankan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilacap, Jawa Tengah sedang menjadi sorotan. Pasalnya penemuan sebanyak 100 titik SPPG di Cilacap yang diduga fiktif.

Temuan itu terungkap usai diturunkan tim investigasi ke lapangan yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Temuanya 100 dari 300 titik SPPG. Hal itu, seperti disebut Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma ini. Bahwa tim investigasi ini bersama dengan koordinator wilayah lakukan penelusuranya pada titik SPPG di Cilacap.

“Jadi, itu kemarin dari tim investigasi dan korwil sudah mengadakan rapat bersama. Ternyata, yang sudah muncul sekitar lebih kurang yakni 300 titik SPPG di Kabupaten Cilacap. Setelah itu didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk BGN pusat, yaitu titik
100 titik SPPG malah tidak ada bangunan apapun,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ammy membeberkan bahwa temuan lokasi titik SPPG berada di hutan dan pemakaman. Bahkan, ada titik SPPG itu yang di tengah hutan, di tengah sawah, ada di tengah kuburan. Nah adanya isu jual beli titik SPPG, kemudian titik-titik fiktif, ini yang harus dibenahi, setelah mencuat ke publik setelah tim investigasi menemukan sejumlahan lokasi terdaftar sebagai SPPG ternyata tidak memiliki bangunan maupun fasilitas operasional.

Ammy kepada wartawan mengatakan, hal yang mengejutkan, sebagian titik tersebut disebut berada di kawasan hutan, area persawahan, hingga tanah pemakaman. Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai validitas data titik SPPG yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkab Cilacap pun bergerak melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan program ini berjalan sesuai ketentuan dan tidak disusupi data bermasalah. Ammy ini, mengungkapkan bahwa temuan tersebut diperoleh setelah tim investigasi bersama koordinator wilayah, dengan melakukanya penelusuran terhadap ratusan titik SPPG yang terdaftar di Kabupaten Cilacap.

Namun, hasil dalam pengecekan lapangan menunjukkan hal ini tidak semua titik yang terdaftar benar-benar ada. Dari sekitar 300 titik tercatat, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan ataupun sarana pendukung yang dapat digunakan untuk menjalankanya pelayanan program MBG.

Ia menambahkan, bahwa tim investigasi menemukan sejumlah lokasi terdaftar itu sebagai titik SPPG berada di tempat yang tak lazim untuk fasilitas pelayanan publik. Beberapa di antaranya berada di tengah kawasan hutan, lahan persawahan, bahkan area pemakaman. “Ada di tengah hutan, di tengah sawah, ada di tengah kuburan,” ujar Ammy menjelaskan.

Menurut Ammy, temuan tersebut menjadi perhatian serius, yang dikarena berpotensi mengganggu hal tata kelola program MBG yang saat ini sedang dijalankan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama pihaknya tim investigasi memutuskan dengan menutup sementara pendaftaran pembukaan titik SPPG baru di Kabupaten Cilacap. Kebijakan itu diambil untuk memberi ruang bagi proses verifikasi dan pembersihan data.

“Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian, halnya titik fiktif yang sudah teridentifikasi, dihapus lebih dulu sebelum nanti kita lanjut lagi programnya,” ujar Ammy. Meski ini menemukan dugaan dari ratusan titik bermasalah, Pemerintah Kabupaten Cilacap memastikan program MBG tidak akan dihentikan.

“Fokus pemerintah, saat sekarang adalah memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran. Program MBG itu, tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap. Yang perlu dilakukan adalah memastikan pelaksanaan berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku,” kata Ammy dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Cilacap. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.