Sidang Lanjutan Dugaan Keterlibatan dari Abdul Wahid, Kepala UPT Takut Dimutasi dan Bersihkan Diri dari Label Orang SF
DERAKPOST.COM – SIdang lanjutan halnya dugaan korupsi Operasi Tangkap Tangan di lingkung Dinas PUPR Riau, dengan saat ini menjerat Abdul Wahid Cs, kembali digelar bertempat Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (20/5/2026).
Dalam persidangan itu, ada juga terungkap fakta menarik. Sebagaimana halnya, saksi Hatta Said mengungkap ada kekhawatiran dari sejumlah Kepala UPT Dinas PUPR Riau itu terkait isu yaitu mutasi besar-besaran di lingkung pemerintahan disaat hubunganya politik antara Gubernur Abdul Wahid, sama Wakil Gubernur SF Hariyanto, yang disebut sedang memanas.
Di hadapan para majelis hakim, Hatta Said mengaku pernah membantu memfasilitasi pertemuanya sejumlah Kepala UPT dengan tenaga ahli gubernur, Dani M Nursalam. Ini, dikatakan Hatta, pada awalnya ia dihubung Kepala UPT bernama Ardi Irfandi ini, untuk membantu bisa menjembatani komunikasi dengan Dani M Nursalam.
Hatta mengaku bersedia untuk membantu karena, sudah lama mengenal Ardi Irfandi. Tetapi karena dirinya tidak memiliki akses langsung kepada Dani tersebut. Maka saat itu, katanya, kemudian meminta bantuanya dari Tata Maulana sebagai pihak perantara komunikasi.
Dalam paparan keterangan di persidangan, Hatta inipun, menyebut Ardi Irfandi saat itu menyampaikan hal keresahan para Kepala UPT, yang dikarena takut dianggap sebagai “orang SF Hariyanto”. Mereka pun khawatir kondisi politik diantara Abdul Wahid selaku Gubernur dan SF Hariyanto sebagai Wakil Gubernur yang berdampak posisi mereka di birokrasi.
Hatta ini juga mengungkapkan bahwa Ardi Irfandi sebelumnya sempat menghadap SF Hariyanto untuk meminta perlindungannya agar tidak dimutasi. Namun menurut Hatta, pesan yang diterima Ardi dari SF Hariyanto hanya singkat. “Pandai-pandai lah itu sama gubernur,” kata Hatta menirukan hal pesan yang disampaikan Ardi Irfandi.
Yang dikarena adanya informasi mengenai rencana mutasi besar-besaran, para Kepala UPT tersebut disebut ingin menyampaikan langsung kepada gubernur bahwa mereka bukan bagian dari kelompok tertentu. Yaitu sambung Hatta, saat itu, Ardi bilang bahwa mereka bukannya orang SF Hariyanto, tapi orang bermarwah.
Pertemuan itupun akhirnya berlangsung di sebuah kedai kopi di kawasannya Harapan Raya, Pekanbaru. Pada agenda pertemuan tersebut, Dani M Nursalam disebut berikan pesan agar para Kepala UPT fokus bekerja dan tidak terlibat urusan politik. “Kalian itu kerja ajalah, jangan urus-urus politik. Kerja aja baik-baik, bantu Pak Gubernur,” ungkap Hatta menirukan ucapan Dani. (Dairul)