Riau Penguasa Lahan Kelapa Terluas di Tanah Air dari 10 Provinsi, Kini Mulai Makin Menyusut

0 52

DERAKPOST.COM – Diketahui, kelapa suatu komoditas perkebunan strategis Indonesia yang memiliki peran penting perekonomian dan dikehidupanya masyarakat. Komoditas itu tersebar luas di berbagai wilayah Tanah Air, namun areal perkebunan dan produksi masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi yang sejak lama itu, menjadi sentra utama kelapa nasional.

Selain juga menopang penghidupan jutaan masyarakat terlibat dalam hal rantai usaha kelapa, komoditas ini juga memilik hal nilai ekonomi yang luas. Mulai dari kebutuhanya pangan, industri pengolahan hingga produk turunanya bernilai tambah. Posisi demikian itu membuat kelapa menjadi salah satu hal komoditas strategis yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Riau Penguasa Lahan Kelapa di Tanah Air

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui Provinsi Riau ini, menjadi provinsi dengan areal perkebunanya kelapa terluas sesuai data tahun 2023, mencapai 440,48 ribu hektare. Luas tersebut menempatkan Riau jauh di atas provinsi lain dalam daftar sentra kelapa nasional.

Posisi kedua itu ditempati Sulawesi Utara yang dengan luas areal 272,38 ribu hektare, kemudian Jawa Timur 222,71 ribu hektare, serta Sulawesi Tengah 219,31 ribu hektare. Lanjut pada Maluku Utara melengkapi lima besar dengan luas dari perkebunan kelapa mencapai 204,41 ribu hektare.

Di luar lima besar, adalah areal perkebunan kelapa juga cukup luas itu di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, dan Maluku. Sebaran menunjukkan bahwa sentra perkebunan kelapa Indonesia tidak hanya terkonsentrasi satu kawasan, tetapi tersebar di tanah air. Adalah dari Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga Maluku, dan Nusa Tenggara.

Luas Areal Kelapa Terus Menyusut

Di tengah luasnya itu sebaran perkebunan kelapa, total areal kelapa secara nasional justru menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Yaitu seperti pada tahun 2019, luas areal perkebunan kelapa Indonesia itu masih mencapai sekitar 3,40 juta hektare.

Angkanya juga relatif tidak banyak berubah pada 2020, namun kemudian turun menjadi sekitar 3,37 juta hektare pada 2021. Halnya penurunan berlanjut dua tahun berikut, dan luas areal kelapa menyusut menjadi sekitar 3,34 juta hektare ditahun 2022 dan kembali turun menjadi 3,315 juta hektare ini ditahun 2023.

Dikutip dari laman CNBCIndonesia. Jikalau dibandingkan ini dengan ditahun 2019, luas perkebunan kelapa nasional tahun 2023 itu sudah berkurang sekitar 86,14 ribu hektare, atau sekitar 2,5% dalam empat tahun. Tren tersebut menunjukkan bahwa hal besarnya areal perkebunan kelapa sejumlah provinsi belum mampu menahan penyusutan luas lahan secara nasional. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.