Polres Siak Berhasil Panen 28 Hektare Jagung, Hasilkan Lebih dari 22 Ton untuk Dukung Ketahanan Pangan

0 63

DERAKPOST.COM – Komitmen Polres Siak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus menunjukkan hasil nyata. Melalui sinergi bersama kelompok tani, penyuluh pertanian, Bulog, pemerintah daerah, serta masyarakat, lahan-lahan produktif di berbagai kecamatan berhasil dimanfaatkan untuk budidaya jagung yang kini telah menghasilkan puluhan ton panen.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, mengatakan keberhasilan program ketahanan pangan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran Polsek hingga para petani di lapangan.

“Program ketahanan pangan ini lahir dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Personel Polri di tingkat Polsek, kelompok tani, penyuluh pertanian, Bulog, dan masyarakat telah bekerja bersama untuk mengoptimalkan lahan yang ada sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, “ujar Kapolres.

Berdasarkan data kumulatif sejak 1 Januari hingga Juni 2026, total lahan binaan Polres Siak yang telah memasuki masa panen mencapai 28,64 hektare dengan total produksi sementara 22,468 ton jagung. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah lokasi masih dalam proses pendataan hasil panen akhir.

Kontribusi terbesar berasal dari Polsek Kandis yang berhasil mengelola lahan seluas 17 hektare di sejumlah titik, dengan total produksi mencapai lebih dari 16 ton jagung. Hasil panen tersebut sebagian besar diserap Bulog, sementara sisanya dipasarkan kepada masyarakat dan sektor peternakan akibat tidak memenuhi standar kadar air dan aflatoksin yang ditetapkan Bulog.

Selain Kandis, keberhasilan program juga didukung oleh Polsek Siak, Kerinci Kanan, Sungai Apit, Koto Gasib, Tualang, Lubuk Dalam, Bunga Raya, dan Minas yang memanfaatkan lahan pertanian di wilayah masing-masing untuk budidaya jagung.

Dari keseluruhan hasil panen yang diperoleh, sebanyak 13,634 ton jagung berhasil diserap Bulog, menjadi indikator positif bahwa sebagian besar hasil produksi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, para petani dan pendamping lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya kadar air dan potensi kontaminasi jamur aflatoksin akibat faktor cuaca. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen tidak dapat masuk dalam skema serapan Bulog.

Namun demikian, Polres Siak bersama kelompok tani berhasil menerapkan langkah alternatif dengan menyalurkan jagung yang tidak terserap Bulog kepada peternak ayam serta menjualnya langsung kepada masyarakat. Strategi tersebut tidak hanya mencegah hasil panen terbuang sia-sia, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak dan pangan masyarakat di tingkat lokal.

Kapolres menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan, terutama dalam peningkatan kualitas pascapanen melalui teknik pengeringan dan penyimpanan yang lebih baik.

“Ke depan kami akan terus mendorong peningkatan kualitas hasil panen agar semakin banyak produksi jagung yang memenuhi standar serapan Bulog. Ini merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan Kabupaten Siak yang mandiri dan berdaulat pangan, “tegasnya.

Melalui program ketahanan pangan yang melibatkan seluruh jajaran Polsek tersebut, Polres Siak tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat sektor pertanian serta mendukung program strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (Rishki)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.