Perang Trump vs Iran, Amerika Serikat Kelimpungan Stok Rudal Terancam Kosong

0 67

DERAKPOST.COM – Hingga saat sekarang, Militer AS dilaporkan telah menghabiskan sebagian besar persediaanyabglobal rudal jarak jauh berpresisi tinggi. Hal yang imbas memerangi Iran selama lima bulan terakhir.

Kondisi yang diungkap tiga pejabat AS yang mengetahui alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional ini memicu kekhawatiran mengenai kesiapan militer Negeri Paman Sam untuk menghadapi konflik di masa depan.

Houthi Gempur Pangkalan Udara Arab Saudi, Bandara Setop Beroperasi
Stok Rudal-rudal yang habis ini terutama merupakan peluru kendali darat ke darat (surface-to-surface weapons) milik Angkatan Darat, yang dikenal sebagai Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM).

Seperti dkutip dari laman CNNIndonesia, diketahui menurut dua sumber, AS telah menggunakan “hampir seluruh” persediaan kedua jenis rudal tersebut hanya untuk memerangi Iran sejak Februari lalu.

Namun, dikutip Reuters, sejauh mana persediaan ATACMS dan Precision Strike Missiles AS telah menipis sebelumnya belum pernah dilaporkan.  Para sumber menolak mengungkapkan berapa banyak masing-masing jenis amunisi yang masih dimiliki AS.

Amunisi jarak jauh tersebut masing-masing berharga lebih dari US$1 juta (Rp17,9 miliar). ATACMS dan PrSM ini merupakan bagian penting dari persenjataan militer AS karena memungkinkan serangan presisi dari jarak yang relatif aman.

ATACMS yang dipasok AS memainkan peran penting dalam perang di Ukraina, memungkinkan pasukan Ukraina menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia.

Sementara itu, PrSM merupakan generasi yang lebih baru dan lebih canggih yang akan menggantikan ATACMS dengan jangkauan yang lebih jauh.

Persediaan rudal presisi jarak jauh yang menipis secara drastis dapat membuat Presiden AS Donald Trump harus lebih mengandalkan misi pengeboman berawak yang lebih berisiko jika ia kembali melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.

Data soal persediaan amunisi tersebut telah beredar di lingkungan pemerintah selama sepekan terakhir ketika pemerintahan Trump terus ditekan dan terpecah soal perang Iran.

Kongres AS makin mempertanyakan pemerintahan Trump mengenai berapa lama lagi AS dapat terus menyerang Iran tanpa menguras persediaan hingga ke tingkat yang dapat membatasi kemampuan militer untuk merespons krisis di wilayah lain.

Sumber keempat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa meskipun penggunaan senjata presisi sangat tinggi, AS masih mampu mengisi kembali persediaannya.

Menurut sumber tersebut, Central Command, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, dapat memasok kembali persediaan dengan mengambil amunisi dari stok militer AS yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Ketika dimintai komentar mengenai data persediaan tersebut, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan Trump yang mengatakan bahwa AS memiliki “jauh lebih banyak amunisi dibandingkan negara mana pun di dunia” dan “jauh lebih banyak daripada yang kami butuhkan.”

“Perusahaan-perusahaan pertahanan kami saat ini memproduksi lebih banyak amunisi dibandingkan sebelumnya, sekaligus memperluas fasilitas dan peralatan mereka dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump.

Sementara itu, juru bicara utama Pentagon Sean Parnell mengatakan, Kiliter Amerika adalah yang paling kuat di dunia dan memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi kapan pun dan di mana pun Presiden menghendakinya. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.