Lahan Berada Antara Jalan Raja Kecik dan Balai Kayang di Siak Dibabat, Ruang Hijau Semakin Berkurang
DERAKPOST.COM – Hutan di tengah kota Siak ini sudah dibabat. Tercatat sekitar 15 hektare. Kondisi ini membuat penghijauan di pusat kota semakin menyusut, dan juga memicu hal kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan.
Diketahui lahan yang dibuka itu, berada di antara Jalan Raja Kecik dan kawasan Balai Kayang. Lokasinya ini membentang sejajar dengan komplek Abdi Praja, rumah dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga pimpinan DPRD Siak, serta jalur menuju RSUD Tengku Rafian Ahmad Siak.
Sebelumnya, kawasan ini dikenal sebagai hutan kota yang ditumbuhi semak belukar dan sejumlah pohon berukuran besar. Yang selain menjadi paru-paru kota, area ini juga menjadi habitat bagi satwa liar. Seperti ada monyet yang kerap terlihat di sekitar lokasi tersebut. Keberadaanya hutan memberikan kesejukan dan memperindah wajah Kota Siak.
Namun, sejak dilakukan pembabatan, kondisi kawasan berubah drastis. Lahan yang sebelumnya hijau kini tampak gersang dan terbuka. Hilangnya vegetasi membuat suhu di sekitar lokasi dirasakan meningkat oleh warga setempat.
“Dulu di sini rindang dan sejuk, sekarang jadi panas. Monyet-monyet juga sering masuk ke permukiman warga,” ujar salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, seperti halnya ini dikutip dari laman Riauonline.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menilai pembukaan lahan tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan lingkungan sekitar, termasuk meningkatnya potensi gangguan dari satwa liar.
Di lokasi, terlihat sebuah plang yang bertuliskan lahan tersebut merupakan milik PT Ikadaya Yakin Mandiri dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Meski demikian, belum diketahui secara pasti peruntukan pembukaan lahan tersebut, apakah untuk pembangunan kawasan tertentu atau kegiatan lainnya. (Dairul)