Ini Tanggapan Menkeu Purbaya Soal Isu Copot Dirjen Anggaran Buntut Loloskan Beli Motor MBG

0 81

DERAKPOST.COM – Santer informasi kalau pencopotannya Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Hal itu, direspon oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi

Kepala wartawan, saat ditanya apakah pencopotan itu berkaitan dengan kabar lolosnya anggaran pengadaan puluhan ribu motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk halnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya ini memberikan jawaban singkat. Yaitu, mungkin (dicopot karena meloloskan anggaran motor listrik). Anda tebak saja sendiri.

Luky sendiri dicopot pada 21 April 2026. Tidak hanya dia, pada hari tersebut Febrio Nathan Kacaribu juga dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal.

Kala itu, Purbaya mengatakan perombakan tersebut merupakan rotasi rutin tahunan dan tidak dilatarbelakangi persoalan tertentu.

Adapun terkait dengan pengadaan motor listrik yang digunakan di program MBG ini, nilai anggarannya mencapai Rp1,05 triliun untuk pembelian impor 25 ribu motor listrik.

Dikutip dari laman CNNIndonesia. Dimana beberapa waktu lalu itu Purbaya mengaku kalau ia pernah menolak pengadaan motor listrik tersebut tahun lalu.

Namun pos anggaran tersebut tetap muncul. Kata dia kecolongan ini terjadi melibatkan sistem perangkat lunak Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan.

Menurut Purbaya, sistem tersebut tengah diperbaiki agar tidak ada lagi kebobolan serupa.

“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” ujar Purbaya melansir CNBC Indonesia, Rabu (6/5/2026).

“Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software-nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia juga menyebut realisasi pengadaan motor listrik mencapai lebih dari 21 ribu unit. Sedangkan proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025.

“Pengadaan motor tersebut memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.