Ini Dia Tangkapan Layar Video, Terungkap Pembakar Hutan di Kalimantan Tertangkap Kamera

0 62

DERAKPOST.COM – Tangkapan layar video motovlogger, yang mengaku menemukan sekelompok orang di dekat titik kebakaran hutan di Desa Dilang Puti, Kutai Barat pada
Kalimantan Tengah.

Seorang motovlogger yang mengaku ada bertemu sekelompok orang di dekat titik kebakaran hutan saat touring dari Ibu Kota Nusantara (IKN), dan menuju Muara Teweh di Kalimantan Tengah. Video pun diunggah akun Instagram @bramadity, hari Senin, 26 Oktober 2026, itu menyebut lokasi kejadian itu di Desa Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dalam caption, pengunggah menulis, “Caught in 8k (tertangkap basah) lagi bakar hutan!!!!” Namun, klaim tersebut belum membuktikan bahwa orang-orang yang terekam merupakan pelaku pembakaran. Dalam video, motovlogger menceritakan awalnya melihat kebakaran saat singgah di kawasan Hutan Bengkirai.

Ia mengaku tidak diperbolehkan mendekat oleh penjaga hutan dan hanya diizinkan melihat dari menara. Saat melanjutkan perjalanan, ia mengaku melihat asap hitam mengepul di lokasi lain di Kalimantan Timur. Ia kemudian mendatangi area tersebut untuk melihat kondisi kebakaran dari dekat.

Dalam rekaman percakapan, terdengar dialog, “Itu ada kameranya nggak?” yang dijawab, “Ada, Pak.” Setelah itu, terdengar ucapan, “Matiin, matiin!” Motovlogger mengaku orang yang menghampirinya meminta kamera dimatikan dan mengatakan tidak mengetahui siapa yang membakar hutan.

Pengunggah mempertanyakan sikap orang-orang yang ditemuinya karena api masih terlihat di sekitar kawasan tersebut. “Lah logika orang bodoh kayak saya nih ya, kalau ada kebakaran hutan ya dipadamin,” ujarnya dalam video.

Ia juga mengaku masih melihat sejumlah titik api menyala saat kembali melewati kawasan hutan. Di luar klaim dalam video, BMKG Balikpapan mendeteksi 18 titik panas di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Seluruh titik terpantau di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, dengan tingkat kepercayaan menengah.

Dikutip dari laman Data tersebut menunjukkan indikasi panas masih terdeteksi di wilayah Kalimantan Timur. Namun, titik panas tidak otomatis membuktikan adanya kebakaran maupun tindakan pembakaran sengaja, sehingga perlu verifikasi lapangan.

Sementara itu, identitas dan keterlibatan orang-orang dalam video belum terkonfirmasi. Dugaan pengunggah perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang. Dalam lima jam setelah diunggah pada Senin, 26 Oktober 2026, video tersebut dilaporkan meraih sekitar 1,1 juta views dan 85 ribu likes di Instagram. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.