DERAKPOST.COM – Belakangan ini Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, menjadi sorotan publik yang karena ada kasus OTT KPK di lingkungan instansi dipimpinnya. Berikut profil dan harta kekayaan Nusron Wahid.
Nusron Wahid merupakan politikus Partai Golkar ini, kelahiran Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973. Dengan pendidikan dasarnya ditempuh di MI Miftahut Tholibin Mejobo Kudus, kemudian melanjutkan ke MTs Qudsiyyah Kauman Menara Kudus dan SMA NU Al-Ma’ruf Kudus.
Setelah itu, Nusron lanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dengan mengambil bidang Ilmu Sejarah. Semasa menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepemudaan. Ia juga tercatat pernah terlibat dalam Senat Mahasiswa, menjadi Ketua Majalah Kampus Suara Mahasiswa UI, serta turut mendirikan Forum Ilmiah Kajian Islam.
Setelah menyelesaikan dunia pendidikan sarjananya, Nusron itu melanjutkan studi magister di Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar Magister Ilmu Ekonomi pada 2011. Sebelum terjun sepenuhnya politik nasional, Nusron memiliki pengalaman di dunia jurnalistik dengan menjadi wartawan Harian Bisnis Indonesia pada 1995-1999, sekaligus terlibat itu peneliti di Lembaga Pranata Pembangunan VI.
Dikutip dari laman Tirto. Ia juga sempat menjadi dosen Universitas Indonesia. Pengalamannya itu, kemudian berkembang ke lingkungan pemerintahan setelah dirinya dipercaya menjadi Staf Ahli Kementerian BUMN ditahun 2000-2001 itu, dan menjadi Staf Ahli Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001-2002.
Di bidang organisasi, Nusron ini juga aktif dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2000-2003, kemudian dia menjabat Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor pada tahun 2011-2016. Ia juga tercatat pernah menjadi pengurus PB PBSI dan Wakil Ketua Umum PBNU periode 2022-2024.
Karier politik Nusron mulai menonjol ketika ia itu bergabung dengan Partai Golkar dan terpilih sebagai hal anggota DPR RI pada Pemilu 2004. Ia kemudian kembali terpilih pada periode berikutnya. Selain menjadi anggota parlemen, Nusron juga dipercaya menduduki sejumlah posisi internal Partai Golkar, termasuk hal sebagai Koordinator Bidang Agama DPP Partai Golkar.
Kariernya di pemerintahan berlanjut ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk sebagai Kepala Badan (Kaban) Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk periode 2014-2019. Nusron terlibat dipembahasan mengenai penyelenggaraan ibadah haji ketika dipercaya memimpin panitia khusus DPR RI yang membahas penyelenggaraan haji pada 2024.
Dalam peran tersebut, ia pun mendorong harus adanya evaluasi terhadap tata kelola penyelenggaraan haji serta memberikan rekomendasi untuk lakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Kemudian itu diketahui, pada era Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming tersebut, tepat itu pada tanggal 21 Oktober 2024, Nusron inipun resmi dilantik sebagai Menteri ATR/BPN. Namun disaat sekarang ini, Politisi Golkar tersebut menghadapi hal permasalahan di instansi dipimpinnya.
Harta Kekayaannya Nusron Wahid
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 26 Maret 2026 untuk laporan periodik tahun 2025, Nusron Wahid mencantumkan total harta kekayaan sebesar Rp22.762.598.724 atau sekitar Rp22,76 miliar.
Tanah dan Bangunan
Dalam laporan tersebut terdapat 23 aset tanah dan/atau bangunan yang tersebar di Kota Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Kudus dengan nilai total Rp16.944.912.556.
Salah satu aset dengan nilai terbesar adalah tanah dan bangunan seluas 931 meter persegi dengan bangunan 500 meter persegi di Jakarta Selatan, yang dilaporkan senilai Rp6,7 miliar. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan seluas 297 meter persegi dengan bangunan 253 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp2,2 miliar.
Alat Transportasi
Komponen kekayaan terbesar berikutnya adalah alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp1.776.377.000. Nusron melaporkan memiliki empat mobil, yakni Honda HR-V RU1 1.5 E CVT tahun 2015 senilai Rp150 juta, Toyota Innova tahun 2019 senilai Rp350 juta, Kijang Toyota/Minibus tahun 2023 senilai Rp546,377 juta, serta Toyota Haice 28MT Minibus tahun 2024 senilai Rp730 juta.
Harta Bergerak Lainnya
Selain properti dan kendaraan, Nusron melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp397.610.000. Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp650.796.198. Adapun komponen kas dan setara kas tercatat cukup besar, yakni mencapai Rp4.092.902.970 atau sekitar Rp4,09 miliar.
Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, nilai harta Nusron sebelum utang mencapai Rp23.862.598.724. Setelah dikurangi utang sebesar Rp1.100.000.000, total harta kekayaan bersih yang tercantum dalam LHKPN periodik 2025 menjadi Rp22.762.598.724. (Dairul)