DERAKPOST.COM – Lebih daripada 1.300 peserta Gen Z, yakni mulai Sabang sampai Merauke, terpilih sembilan anak muda luar biasa. Mereka jadi juara dan juara nasional lomba pidato Muda AHY dalam rangkaian Lomba Rakyat HUT ke-25 Partai Demokrat.
Menurut AHY sembilan anak muda terpilih adalah mereka yang menyuarakan gagasan otentik, keberanian, serta kecintaan mereka terhadap masa depan Indonesia.
“Melihat penampilan, nyali, dan ketajaman berpikir kalian di atas panggung, kami tidak hanya merasa bangga, tetapi juga sungguh terinspirasi. Kalian membuktikan bahwa generasi muda tak ragu untuk melangkah, bersuara, dan menjadi penentu arah bangsa,” kata Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini.
Afar Ubaydillah (SMKN 2 Ketapang, Kalimantan Barat)
Alvino Radzaky Janersa (SMAN 9 Pekanbaru, Riau)
Anissa Maghfira (SMAN 1 Toapaya, Kepulauan Riau)
Aulia Dwi Anjani (SMAN 26 Bandung, Jawa Barat)
Greselhia Lovelly Bau Bau (SMAN 1 Halmahera Barat, Maluku Utara)
Muhammad Afdal (SMAN 3 Pangkalpinang, Kep. Bangka Belitung)
Ni Putu Anatasia Putri Bienvi (SMAN 1 Kuta Utara, Bali)
Nurul Cahyani Ishak (SMAN 1 Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan)
Previ Seltriani Taek (SMKN 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur)
Dalam kesempatan tersebut, AHY kembali menegaskan bahwa narasi tentang anak muda harus langsung diterjemahkan dengan melibatkan mereka. Caranya dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi gagasan mereka.
“Saya berpesan kepada para peserta lomba ini: teruslah menimba ilmu, mengasah kapasitas diri, dan jadilah versi terbaik dari diri kalian sendiri—be the best version of yourself,” ungkap AHY.
Tak lupa AHY mengucapkan terima kasih karena seluruh peserta telah menyalakan optimisme untuk masa depan Indonesia yang makin gemilang. Tak lupa disampaikan penghargaan juga atas jerih payah seluruh jajaran panitia.
Suksesnya Lomba Rakyat dan Lomba Pidato AHY Muda 2026 tak lepas dari peran para Ketua DPD Partai Demokrat. Termasuk Anton Sukartono Suratto selaku nakhoda Partai Demokrat Jabar. Lalu para anggota DPR RI dan anggota DPRD yang menjadi pembina, serta para guru yang telah membimbing.
“Kerja keras kita bersama tidak hanya menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan otentik generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara,” jelas AHY. (Dairul)