GM Bandara SSK II Sebut Pangkas Jam Operasional untuk Pengerjaan Uji Runway yang Hingga 11 Agustus 2026

0 64

DERAKPOST.COM – Diketahui pada saat ini, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang berlakukan halnya penyesuaianya sementara jam operasional mulai 28 Juli hingga 11 Agustus 2026. Hal itu, dengan empat titik yang difokuskan.

“Kebijakan ini, dilakukan untuk mendukung pelaksanaanya pengujian kekuatan tanah dan serta kondisi landasan pacu (runway) sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keselamatan penerbangan. Hal pengujian tersebut merupakan prosedur rutin wajib dilakukan, untuk bisa mengetahui kondisi aktual landasan pacu serta menjadi dasar dalam penyusunan rencana pemeliharaan berikutnya,” kata Achmad.

General Manager di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru ini, menyebut pengujian tersebut merupakan prosedur rutin wajib dilakukan, untuk dapat mengetahui kondisi aktual landasan pacu serta menjadi dasar dalam penyusunan rencana pemeliharaan berikutnya. Pengecekan ini, katanya, yang merupakan prosedur rutin harus dilakukan untuk mengetahui kondisi halnya landasan pacu bandara ini,” ujarnya.

Dikatakan, selama pelaksanaan pekerjaan, pada 28 dan 30 Juli serta 6 dan 11 Agustus 2026, jam operasional bandara disesuaikan juga menjadi pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sementara halnya yang pada hari-hari lainya, operasional Bandara SSK II ini tetap berlangsung normal sesuai jadwal. Artinya ini sudah diumumkan pada pihak maskapai Air Lines secara international, bahkan juga kepada para pihak lainnya.

Achmad juga menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan adalah meliput Test Pit dan Field California Bearing Ratio (CBR). Yakni pakai  metode pengujian untuk dapat mengetahui kekuatan tanah dan daya dukung landasan pacu. Hasil pengujian itu, nantinya menjadi dasar dalam hal menentukan kebutuhanya overlay atau pada pelapisan ulang runway.

“Semua kami lakukan, semata-mata untuk hal keselamatan,” ujarmya. Sebagai pengelola bandara, katanya, maka berkewajiban menjaga dan serta merawat fasilitas yang ada, terutama landasan pacu menjadi infrastruktur utama penerbangan.

Menurutnya, kondisi runway ini harus terus dipantau yang karena memiliki umur teknis tertentu. Kondisi itu berbeda dengan jalan raya, landasan pacu yang harus memenuhi standar pada keselamatan jauh lebih ketat dari kondisi yang lainnya.

“Mengingat pesawat itu melaju kecepatan tinggi saat lepas landas maupun mendarat. Kalau di jalan, mungkin itu ada kerikil kecil masih bisa dilewati. Tetapi untuk pesawat tidak bisa seperti itu. Maka itu, kami harus mengetahui kekuatan permukaan landasan secara berkala,” ujarnya. Dia menerangkan, pengujian itu dilakukan menggunakan alat khusus yang juga mampu mengukur daya dukung permukaan runway.

Proses tersebut melibatkanya tenaga ahli dan konsultan dari Bandung ini dalam hal  memastikan hasil pengukuran yang sesuai standar penerbangan. Pengujian dilakukan pada titik-titik tertentu dilandasan dan juga membutuhkan waktu sekitar 14 jam. Meski area yang diuji itu hanya sekitar dua meter pada setiap titik, pengerjaan memerlukan waktu cukup lama. Dikarena setiap lapisan aspal diperiksa secara teliti.

“Kami tidak bisa sembarangan. Semua ada tekniknya, ada prosedurnya. Data diperoleh itu, nanti menjadi dasar dalam menentukan ketebalanya lapisan overlay akan dilakukan ke depan,” katanya. Ia menegaskan, bahwa ketebalan lapisan aspal runway juga harus dihitung berdasarkan dari data teknis hasil pengujian yang dilakukan seperti sekarang ini dikerjakan,” ujar Achmad.

Achmad menegaskan, penyesuaian jam operasional itu telah direncanakan sejak tahun lalu dan dikoordinasikan jauh hari dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Hal pemberitahuan resmi melalui Notice to Airmen (NOTAM) juga telah diterbitkan yang sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, informasi tersebut disampaikan kepada seluruhan maskapai, dan operator penerbangan.

“Kami sudah mengumumkan itu, melalui NOTAM, sehingga maskapai dan operator penerbangan ini telah mengetahui jadwal penguranganya jam operasional. Dengan begitu mereka itu dapat mengatur jadwal penerbanganya maupun memilih bandara alternatif apabila diperlukan,” ujar Achmad menjelaskan. Ia juga memastikan, seluruh maskapai telah menerima pemberitahuan pengerjaan ini dilakukan.

Kesempatan itu Achmad juga mengatakan, cuaca juga yang menjadi salah satu faktor penting dalam hal pelaksanaan pekerjaan. Apabila turun hujan, proses pengujian tidak bisa dilakukan ini secara optimal sehingga jadwal pekerjaan. Achmad ini mengatakan, berharap juga seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga data yang diperoleh benar-benar akurat mendukung peningkatan keselamatan, keamanan, dan juga kualitas pelayanan.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.