Sempat Meredup, Kini Golkar Riau Telusuri Perselisihan Dua Anggota DPRD Indra Gunawan dan Parisman Ihwan

0 53

DERAKPOST.COM – Sempat meredup hal kasus perseteruan dua kader Partai Golkar yang duduk di DPRD Riau, Indra Gunawan Eet dan Parisman Ihwan. Untuk sekarang ini, memasuki babak baru.

DPD Golkar Riau kini mengumpulkan keterangan dan data sebagai bahan sebelum perkara tersebut diteruskan ke tingkat Dewan Etik DPP Golkar.

Proses klarifikasi itu berlangsung di kantor DPD Golkar Riau, Sabtu (12/9/2026). Tim pencari fakta dipimpin Eva Nora bersama Syahril, Ridwan Gindo, Imustiar serra Ulil Amri memeriksa pihak-pihak dianggap mengetahui persoalan tersebut.

Dikutip dari laman TribunPekanbaru. Saat ini, dari dua legislator yang dijadwal akan memberikan keterangan letak permasalah perseteruan, baru Indra Gunawan Eet yang hadir.

Ketua Komisi V DPRD Riau itu memberikan penjelasan kepada tim pencari fakta terkait perselisihan yang sebelumnya sempat terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau.

Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, juga menjabat Ketua Harian DPD Golkar Riau, tidak hadir dalam pemeriksaan. Ia meminta agenda klarifikasi dari dirinya dijadwalkan kembali.

Terkait menyelesaikan permasalah yang terjadi itu, anggota dari tim pencari fakta, Ridwan Gindo menegaskan, kalau proses tersebut belum sampai dalam tahapanya pengambilan keputusan.

“Tim masih upaya kumpulkan informasi dari seluruh pihak agar laporan nantinya disampaikan ke DPP Golkar itu, memiliki dasar yang lengkap. Intinya pada saat ini masih berproses semuanya,” ujar Ridwan Gindo.

Mengenai halnya ketidakhadiran Parisman dalam hal ini, Ridwan memastikan bahwa pemeriksaan terhadap Parisman tersebut tetap akan dilakukan. Yang nantinya akan dijadwalkan minggu depan pemeriksaan pada bersangkutan.

Tim pencari fakta, sebutnya, tidak hanya mengandalkan keterangan dari Indra dan Parisman. Sebelumnya, tim juga menggali informasi ini sejumlah pihak di DPRD Riau. “Sekwan serta sejumlah pejabat di DPRD Riau sudah ditemui,” katanya.

Keterangan dari pihak lain diperlukan untuk menguji kronologi dan juga melihat apakah terdapat pelanggaran dari terhadap aturan maupun etika organisasi partai. Sebab tak ingin konflik dua kader yang semata-mata sebagai persoalan personal.

Disebutkan dia, setelah seluruh data dan keterangan dianggap cukup, didapat hasil investigasi internal itu akan disusun dalam laporan dan diteruskan kepada Dewan Etik DPP Golkar. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.