Gantikan Jenderal Pol Listyo Sigit, Kapolri Kini Dijabat Komjen Suyudi Ario Seto dan Dianugerahi Naik Pangkat

0 53

DERAKPOST.COM – Komjen Pol Suyudi Ario Seto dilantik Presiden Prabowo ini menjadi Kapolri mengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Agenda pelantikan, bertepatan 1 Oktober 2026, yaitu di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dilantiknya itu Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Pada acara pelantikan tersebut pangkat Suyudi itu dinaikkan yang dari Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) menjadi Jenderal Polisi.

Kenaikan pangkat Suyudi menjadi Jenderal Polisi diberi bersamaan dengan pelantikan sebagai Kapolri. Dengan demikian, Suyudi kini menyandang pangkat tertinggi dalam jenjang kepangkatan di Kepolisian Negara Republik Indonesia, itu.

Mendapat Persetujuan DPR

Pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri sebelumnya mendapat persetujuan Komisi III DPR RI secara aklamasi setelah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan. Pengusulan Suyudi sebagai calon Kapolri berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Dikutip dari laman Detik. Proses tersebut menjadi tahapan sebelum Presiden melantik Suyudi sebagai pimpinan tertinggi Polri. Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menandai perubahan di pucuk institusi kepolisian.

Rekam Jejak Suyudi

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.

Selama sekitar 32 tahun berkarier di Polri, Suyudi banyak bertugas di bidang reserse. Ia pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2023 dan Kapolda Banten pada 2024.

Karier Suyudi berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kepala BNN.

Saat memimpin BNN, Suyudi menangani sejumlah pengungkapan kasus narkotika berskala besar. Pada 2026, BNN disebut menggagalkan penyelundupan yang melibatkan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin.

Rekam jejak lainnya mencakup pengamanan jalur Banten pada 2024 serta keterlibatan dalam penggerebekan kelompok John Kei pada 2020, berdasarkan data dalam bahan berita.

Dalam uji kelayakan di DPR RI, Suyudi menyampaikan komitmen untuk menjalankan penegakan hukum secara adil dan tidak arogan. Ia juga menyatakan terbuka terhadap koreksi masyarakat.

“Menegakkan hukum secara adil, tidak arogan, dan terbuka terhadap koreksi masyarakat,” menjadi komitmen Suyudi.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan penunjukan Suyudi diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki citra dan meningkatkan kinerja internal kepolisian.

“Penunjukan ini diharapkan mampu memperbaiki citra kepolisian, meningkatkan kinerja internal,” kata Adi Prayitno.

Adi juga menyoroti pentingnya menghilangkan praktik penegakan hukum yang tidak adil, termasuk fenomena yang dikenal sebagai no viral, no justice.

Resmi Memimpin Polri

Dengan pelantikan pada 1 Oktober 2026, Suyudi resmi memimpin Polri megantikan Listyo Sigit Prabowo. Kenaikan pangkat dari Komjen Pol menjadi Jenderal Pol menandai perubahan status kepangkatan Suyudi seiring jabatan barunya sebagai Kapolri.

Suyudi kini mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi Polri dengan sejumlah komitmen yang telah disampaikan dalam proses uji kelayakan, terutama terkait penegakan hukum yang adil, sikap institusi yang tidak arogan, dan keterbukaan terhadap evaluasi masyarakat.

Pelantikan Suyudi berlangsung bersamaan dengan penataan sejumlah posisi strategis pemerintahan oleh Presiden Prabowo Subianto. Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan formasi Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.