DERAKPOST.COM – Universita Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, saat ini mewajibkan mahasiswa baru mengikuti tes napza dengan biaya mandiri. Ini menuai kritik dari mahasiswa setempat
Muhsinuddin menilai kebijakan yang akan menambah beban mahasiswa serta perlu dievaluasi. Dia turut menyoroti kurangnya transparansi terkait tarif dan mekanisme pelaksanaan, serta pelaksanaan tes yang terpusat di kampus.
“Pelaksanaannya tes, terpusat di kampus yang dinilai tidak efisien bagi mahasiswa dari luar daerah. Harusnya ini adanya opsi tes daerah masing-masing. Kebijakan jadi
lebih adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa,” ujarmya.
Selain itu, sebutnya, kewajiban tes di klinik internal kampus itu jelas dinilai berpotensi menimbulkan dugaan komersialisasi, tidak dijelaskan halnya itu, yang secara terbuka oleh pihak kampus dengan cara dilakukan oleh pihak kampus.
Muhsinuddin mendorong adanya opsi tes di fasilitas kesehatan resmi di daerah masing-masing serta kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa.
Ia juga menilai bahwa kebijakan ini perlu disertai dengan pendekatan yang lebih komprehensif, seperti edukasi berkelanjutan terkait bahaya narkotika di lingkungan kampus.
Menurutnya, upaya preventif tidak cukup hanya melalui tes administratif, tetapi juga perlu dibarengi dengan pembinaan dan pengawasan yang konsisten.
Ia berharap pihak kampus dapat membuka ruang dialog dengan mahasiswa agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil mahasiswa. (Redaksi)