Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Berhasil Sembuhkan 532 Ternak yang Terinfeksi Penyakit Kuku dan Mulut
DERAKPOST.COM – Berdasar rekapitulasi laporanya sindrom Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau ini mencatat sebanyak 758 ekor ternak, yang terinfeksi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). Yakni pada priode 1 Januari hingga 12 Mei 2026.
Dalam hal ini diketahui Dinas PKH Provinsi Riau mencatat sebanyak 532 hewan ternak yang terinfeksi PMK berhasil disembuhkan tahun ini. “Dari jumlah itu, sudah sebanyak 532 ekor dinyatakan sembuh, dan 226 ekor lainnya masih didalam proses penanganan dan pemantauan,” ujar Mimi Yuliani kepada wartawan saat dihubungi.
Kepala Dinas PKH Riau ini menyebut, untuk hal ini pemerintah daerah bergerak lakukan pengawasan, pengobatan, edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK di lapangan. “Alhamdulillah, sebagian besar ternak terpapar itu sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus lakukan penanganan terhadap ternak masih sakit agar kondisi segera pulih,” sebut Mimi.
Dijelaskan dia, bahwa Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Tercatat sebanyak 368 ekor ternak terpapar PMK itu tersebar di empat kecamatan dan 12 desa. Namun, sebanyak 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih pada penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat.
Di Kabupaten Rokan Hulu terdapat 153 ternak yang sembuh dari 155 kasus yang terinfeksi. Di Kabupaten Kampar, pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap ternak yang masih terpapar PMK.
“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” jelasnya.
Sementara itu, di Kabupaten Siak, total 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK kini telah dinyatakan sembuh sepenuhnya. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif.
Adapun di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terdapat 11 kasus aktif yang saat ini terus ditangani oleh tim kesehatan hewan.
Pemprov Riau mengimbau para peternak untuk tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka. (Dairul)