Andi Amran Sulaiman Bongkar Jaringan Kartel Pangan dan Cabut Ribuan Izin Distributor

0 53

DERAKPOST.COM – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memastikan tindakan tegas terhadap mafia pangan dan pupuk yang selama ini memanipulasi distribusi dan menguasai lahan pertanian. Penindakan terstruktur ini membongkar jaringan kartel, permainan harga, manipulasi stok, korupsi internal, hingga praktik penguasaan kawasan hutan secara ilegal yang berlangsung bertahun-tahun.

Data Satgas Pangan Polri memetakan penindakan ke dalam dua fase. Periode pertama tahun 2017–2019 mencatat 784 kasus yang melibatkan komoditas beras sebanyak 66 kasus, hortikultura 22 kasus, ternak 27 kasus, pupuk 13 kasus, dan 247 kasus sektor pertanian lainnya. Aparat menetapkan 411 tersangka dari seluruh operasi tersebut.

Memasuki fase kedua periode 2024–2025, aparat menangani 94 kasus sektor pertanian yang terdiri atas 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak goreng, serta 3 kasus melibatkan oknum internal. Total tersangka yang diamankan mencapai 77 orang.

“Penindakan periode ini tidak berhenti di aspek pidana semata. Pemerintah juga melakukan langkah struktural besar melalui pencabutan 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah tahun 2024–2025,” papar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Sabtu (23/5/2026) yang dikutip dari laman Inilah.

Pemeriksaan komoditas beras mengungkap kerugian konsumen yang ditaksir mencapai Rp99,35 triliun per tahun. Pengujian terhadap 268 sampel di 13 laboratorium melintasi 10 provinsi membuktikan 212 merek beras premium dan medium tidak memenuhi standar mutu, berat, maupun Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini menunjukkan 85,56 persen beras premium di pasaran bermutu rendah, diperparah dengan temuan praktik pengemasan ulang beras SPHP menjadi beras premium berharga tinggi.

Kementerian Pertanian langsung melaporkan temuan beras oplosan tersebut kepada penegak hukum. Praktik serupa merambah distribusi MinyaKita yang seharusnya berpatokan HET Rp15.700 per liter namun dijual hingga Rp18.000 per liter dengan takaran melenceng.

“Sidak Februari 2026 membuktikan residu MinyaKita bermasalah masih beredar, dengan keadaan itu tidak boleh kompromi, pidanakan. Kita penjarakan pihak yang bikin susah negara. Dari pengungkapan jaringan kartel minyak goreng secara keseluruhan, 20 tersangka telah ditetapkan,” tegasnya.

Investigasi di sektor pupuk menemukan lima jenis pupuk palsu tanpa kandungan nitrogen, kalium, dan fosfat sama sekali. Manipulasi ini merugikan petani hingga Rp3,3 triliun, menyasar banyak petani penerima KUR yang akhirnya gagal panen. Sebanyak 27 tersangka dari hulu hingga hilir telah ditahan bersamaan dengan pencabutan 2.231 izin distributor bermasalah.

Kejanggalan distribusi kembali terdeteksi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Pengeluaran beras tercatat menembus 11.410 ton dalam satu hari, Rabu (28/5/2025). Angka ini melonjak tajam dibandingkan rata-rata normal harian yang hanya berkisar 2.000 hingga 3.000 ton. Satgas Pangan Polri langsung turun menyelidiki indikasi kuat manipulasi data stok oleh pihak perantara demi menaikkan harga konsumen. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.