Terendus Jaringan Solar Subsidi di Tualang Siak, Dua Pelaku Ditangkap dan Diduga Libatkan Orang Dalam
DERAKPOST.COM – Kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi berada daerah Kecamatan Tualang di Kabupaten Siak mulai mengarah pada dugaannya lebih besar. Penangkapan dua pelaku, dalam sepekan dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Siak membuka indikasi adanya pola terorganisir yang tidak berdiri sendiri.
Dua tersangka, SS dan IY, diamankan dalam operasi pada 9 dan 15 April 2026 di kawasan Perawang. Namun dari hasil pengembangan awal, modus yang digunakan dinilai terlalu rapi untuk sekadar permainan individu.
Para pelaku memanfaatkan barcode MyPertamina untuk melakukan pembelian Bio Solar secara berulang di sejumlah SPBU. Skema ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana sistem bisa âditembusâ berkali-kali tanpa terdeteksi lebih awal?
Tak hanya soal barcode, kendaraan yang digunakan juga telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar atau yang kerap disebut âtangki silumanâ. Praktik ini memungkinkan pengangkutan BBM subsidi dalam jumlah besar dalam satu kali jalan, indikasi adanya operasi yang sudah dipersiapkan, bukan sekadar coba-coba.
BBM yang dikumpulkan kemudian dipindahkan ke ratusan jerigen sebelum diduga diedarkan kembali dengan harga non-subsidi. Pola ini lazim ditemukan dalam praktik penimbunan yang terhubung ke rantai distribusi ilegal, yang kerap melibatkan lebih dari satu aktor.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan:
– 2 unit pick up dengan tangki modifikasi
– Mesin pompa dan selang minyak
– Ratusan jerigen
– Sekitar 160 liter Bio Solar
– Sejumlah barcode MyPertamina
– Uang tunai hasil penjualan
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan kasus.
âKami masih melakukan pendalaman. Jika ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku, âujarnya.
Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, praktik penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah industri seperti Tualang bukan barang baru. Aktivitas ini diduga berjalan dengan pola berulang, bahkan disebut-sebut ârapiâ dan sulit disentuh.
âBiasanya kalau sudah pakai banyak barcode dan kendaraan modifikasi, itu bukan kerja satu-dua orang. Ada yang suplai, ada yang jaga ritme, bahkan ada yang diduga âmembekingiâ, âungkap sumber tersebut.
Pernyataan ini tentu belum dapat dipastikan kebenarannya. Namun, pola yang terungkap dalam kasus ini memperkuat dugaan bahwa praktik serupa berpotensi melibatkan jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pihak yang bermain di balik layar.
Kasus ini juga menyoroti efektivitas sistem distribusi BBM subsidi berbasis digital. Jika satu kelompok bisa menggunakan banyak barcode untuk mengakses BBM secara berulang, maka muncul pertanyaan mendasar:
Apakah ini murni celah sistem, atau ada pengawasan yang tidak berjalan maksimal?
Polres Siak menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kasus ini. Namun publik kini menanti lebih dari sekadar penangkapan pelaku lapangan.
Apakah aparat akan berani menelusuri hingga ke hulu, termasuk kemungkinan adanya aktor besar atau oknum yang bermain di balik distribusi solar subsidi? (Redaksi)