Sebelumnya Demo di Mapolsek, Akhirnya Massa Aksi Bakar Rumah Terduga Bandar Narkoba di Panipahan Rohil

0 63

DERAKPOST.COM – Massa aksi membakar rumah rerduga gembong narkoba berada di Panipahan, Rokan Hilir (Rohil). Sebelumnya itu, unjuk rasa di depan Mapolsek.

Akhirnya, demo berbuntut ricuh. Massa itu, membakar rumah warga inisial A, yang juga  diduga terkait peredaran narkoba. Kejadian terjadi pada hari Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Awalnya, sekitar 150 orang menggelar aksi damai itu menuntut aparat menindak tegas peredaran narkoba di wilayah tersebut. Hal itu, mereka menuntut agar kasus narkoba di wilayah Panipahan ini ditindak tegas dan dibersihkan.

“Mereka ini menuntut agar kasus narkoba di wilayah Panipahan ditindak tegas dan dibersihkan,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (11/4/2026) kepada wartawan dikonfirmasi hal tersebut.

Menurut Pandra, aksi sempat berlangsung kondusif hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, situasi itu berubah setelah massa kembali berkumpul dan bergerak menuju rumah warga inisial A, di Jalan Bundaran Kecamatan Pasir Limau Kapas.

“Tidak diketahui itu, siapa provokatornya, massa langsung bergerak ke rumah Ali,” ujarnya. Di lokasi, massa melakukan aksi anarkis dengan melempari dan merusak rumah, yang lalu membakar bagian depan bangunan.

Ada empat unit sepeda motor milik korban juga ikut dibakar, kata Pandra menegaskan. Dikatakan dia, pada saat itu jumlah massa bertambah. Situasi baru kembali kondusif sekitar pukul 20.00 WIB setelah daru aparat melakukan pengamanan.

Massa kemudian membubarkan diri. Ketika itu tampak Kapolres Rohil bersama Bupati Rohil turut turun ke lokasi, hal memastikan situasi terkendali. Polisi inipun mengimbau masyarakat tak terprovokasi dan serahkan penanganan kasus kepada aparat.

Diketahui. Aksi massa untuk kedua kalinya kembali mengguncang Panipahan, Jumat (10/4/2026). Ratusan warga turun ke jalan, meluapkan kemarahan atas adanya dugaan peredaran narkoba ini semakin merajalela tanpa penindakan tegas.

Namun ini, nada protes warga tidak hanya menuntut penegakan hukum. Dalam orasi berlangsung panas, mulai muncul adanya kecurigaan publik terhadap pembiaranya dan bahkan kemungkinan itu keterlibatan oknum yang dinilai membuat penanganan kasus berjalan ditempat.

Kekecewaan dari warga memuncak karena terduga bandar narkoba berinisial A yang telah lama dilaporkan, tapi yang hingga kini belum juga diamankan oleh pihak Polsek Panipahan.

“Kalau tidak ada pembiaran, kenapa sampai sekarang tidak ditangkap? Kami jadi curiga ada oknum yang bermain,” sebut salah satu peserta aksi.

Aksi dimulai sekitar pukul 16.08 WIB di depan Kantor Polsek Panipahan, sebelum massa bergerak menuju salah satu rumah di Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Situasi di lapangan sempat memanas. Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI terlihat kewalahan mengendalikan massa yang terus mendesak agar pelaku segera ditangkap di tempat.

Warga menilai, lambannya respons aparat bukan hanya mencerminkan kelemahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Kami hanya ingin hukum ditegakkan. Kalau dibiarkan seperti ini, wajar kalau muncul dugaan-dugaan di masyarakat, ”kata warga lainnya.

Desakan pun kini mengarah langsung kepada Kapolres Rokan Hilir untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polsek Panipahan, serta memastikan tidak ada oknum yang bermain dalam kasus ini.

Masyarakat juga meminta agar penanganan dilakukan secara transparan dan terbuka, guna memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus.

Situasi ini menjadi sinyal serius. Jika tidak segera direspon dengan langkah konkret dan tegas, bukan hanya aksi susulan yang berpotensi terjadi, tetapi juga krisis kepercayaan terhadap institusi penegak hukum di tengah masyarakat. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.