Para Wira Satria

0 63

SAUDARA-saudariku yang tangguh, para ksatria pekerja, di pabrik, pergudangan dan pusat perdagangan lainnya.

Salam hormat saya. Sudah saatnya kita berpikir. Kita bekerja tapi harus sejahtera. Kita harus berjuang demi kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.

Di tanah yang kita diami ini. Alamnya kaya, hutan, alam dan lautnya membentang penuh kekayaan.

Semua kekayaan alam kita dikeruk, dijual dan dinikmati segelintir pejabat negara. Kita bekerja keras, tidak berdiam diri. Tapi kenapa hidup rakyat masih susah?

Ini Bukan Salah Kita

Sistemnya salah. Pejabatnya tidak amanah. Mereka benar-benar hilang hati nurani sibuk memperkaya diri.

Mereka tarik pajak dari rakyat, uangnya dirampok dikorupsi untuk kesenangan diri.

Mereka meludahi kelemahan, kesengsaraan dan kebodohan rakyat alih-alih peduli.

Ini yang harus kita robah. Harus di tata kembali dalam skema yang adil bagi sesama.

Buruh dan rakyat kecil dengan tenaga nya bekerja seharian penuh. Gajinya kecil tak cukup penuhi kebutuhannya walau fisiknya telah jenuh.

Sedangkan ia harus kembali bekerja meski belum hilang bau keringat badannya dari titik peluh !

Begitu nasib rakyat setiap hari, setiap minggu, bulan dan tahun. Hingga habis tenaga nya, ia tetap miskin di hari tua.

Tapi para penguasa, pejabat, dan pengusaha menikmati uang negara dari pajak rakyat dengan segala fasiltas yang ada.

Rakyat tidak punya waktu untuk beristirahat sekedar melepas penat
Tapi pejabat bertamasya keluar negara setiap saat.

Saat nya kita lawan dan hentikan !
Maka kita harus sama-sama berjuang untuk peradaban yang memuliakan ! Bagi kemuliaan diri, keluarga dan generasi akan datang.

Saat ini pemerintah seperti penjajah. Memeras tenaga kita. Lalu mereka hidup nyaman dan sejahtera dengan segala fasiltasnya diatas penderitaan rakyat banyak.

Rakyat bekerja mereka hanya atur dan sikat suapnya dari para garong kekayaan alam kita. Hutan kita dibabat, emas dan mineral di tambang, minyak bumi dihisap.

Alam Kita Rusak

Lalu anak keturunan kita menghirup udara sesak, air beracun dan lingkungan penuh sampah. Ini harus kita akhiri.

Kita harus menjadi bangsa merdeka.
Mestinya negeri yang dianugerahi Tuhan kelayaan alam ini, menjadi rahmat dan berkah bagi rakyatNya.

Tapi ulah para pengkhianat bangsa, pemuja kuasa dan aparat negara yang rakus, Rakyat dibiarkan menderita !

Maka saatnya kita harus Merdeka !
Rakyat Sumatera harus merdeka dan hidup mulia.

Maka berjuanglah dengan segenap tenaga kita. Berhimpunlah melakukan perlawanan seraya memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mulia Merdeka !

Penulis: Abuzar bin Sutan Samad
* Ketua Kajian Aksi Demokrasi Rakyat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.