Rp850 Juta Anggaran Publikasi di BPKAD Rohil Dipertanyakan, tapi Plt Kepala Pilih Kabur Lewat Pintu Dora Emon

0 55

DERAKPOST.COM – Sejumlah awak media, di Rokan Hilir (Rohil) kembali mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, berada di Jalan Merdeka, di Kelurahan Bagan Kota, Kecamatan Bangko, Rabu (9/9/2026).

Kedatangan itu, merupakan yang kedua kalinya untuk minta penjelasan mengenai pengelolaanya anggaran publikasi Tahun Anggaran 2026 tersebut. Pertanyaan para wartawan sebenarnya sederhana: siapa media menjadi mitra BPKAD, bagaimana hal mekanisme penunjukannya, kemana saja anggaran Rp850 juta direalisasikan?

Belasan wartawan Rohil ini datang dengan aksi damai, masuk didalam kantor. Namun, kedatangan itu merupa yang kedua kalinya untuk meminta penjelasan pengelolaanya anggaran publikasi Tahun Anggaran 2026 tersebut. Para wartawan ini mempertanya alasan media lokal di Rohil ini disebut tidak mengetahui hal ada kerjasama media.

Selain itu, meminta penjelasan mengenai mekanisme dari penunjukan mitra media. Mereka mempertanyakan apakah proses dilakukan secara terbuka dan transparan. Namun, kedatangan wartawan agar dapat penjelasan dari pimpinan BPKAD berujung kekecewaan. Di karena bersamaan itu, Plt Kepala BPKAD Rohil, lagi agenda zoom.

Saat wartawan tanyakan akan keberadaan Plt Kepala BPKAD Rohil ini kepada petugas keamanan. “Bapak sedang mengikuti rapat daring (Zoom) di ruang lantai atas, mohon bisa ditunggu sebentar ya bang,” ujar salah seorang petugas keamanan itu. Maka, para wartawan menunggu dari pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB. Namun buat kecewa.

Karena berjam-jam ditunggu kehadirannya Plt Kepala BPKAD Rohil tersebut, tapi tidak juga menemui mereka. Menjelang sore hari itu, rombongan wartawan ini kembali dapat informasi, bahwasa Plt Kepala BPKAD dan pejabat lainya sudah pulang meninggalkan kantor melalui pintu belakang. Hal tersebut seperti disampaikan petugas keamanan.

“Maaf ya bang, bapak sudah pulang lewat pintu belakang,” sebut petugas keamanan tersebut menyampaikan kepada wartawan. Hal demikian, tentunya membuat kecewa dari rombongan wartawan. Karena, bukan
menemui wartawan, tapi Plt Kepala BPKAD Rohil itu justru meninggalkan kantor, yakni melalui pintu belakang atau Dora Emon.

Kondisi yang membuat wartawan kecewa, Mereka, menilai pertanyaan disampaikan itu bukan untuk mencari kesalahan, tetapi melainkan bisa minta kejelasan mengenai penggunaan anggaran publik. Seperti yang disampaikanya Irzal, salah satu perwakilan wartawan. Sebutnya, mengapa Plt Kepala BPKAD Rohil tersebut harus menghindar.

“Menghilangnya Plt Kepala BPKAD Rohil lewat pintu belakang atau Dora Emon itu, tentu memantik kekecewaan. Kami pada permasalahan tersebut, menilai itu justru memunculkan makin banyak pertanyaan mengenai akan transparansi pengelolaan anggaran publikasi. Mengapa menghindar jika tidak ada disembunyikan?,” ujarnya.

Kesempatan itu, Irzal mewakili wartawan, mengatakan, sorotan bukan hanya terkait besarnya anggaran. Para wartawan juga mempertanyakan hal siapa media televisi, cetak, radio maupun daring yang ditunjuk sebagai mitra. Dan mengapa itu sejumlah media lokal di Rohil ini, tidak mengetahui ada kerjasama media di BPKAD Rohil.

“Anggaran Rp850 juta di BPKAD Rohil yang untuk kerjasama media. Tetapi sejumlahan media lokal di Rohil tidak mengetahui. Hal, mekanisme penunjukan mitra media juga diminta dibuka kepada publik,” sebut Irzal, mengumpat. Dalam hal ini, ia minta Aparat Penegak Hukum (APH) telusur mekanisme penganggaran, penunjukan mitra media.

Hingga berita jelang diterbitkan, belum ada ini penjelasan resmi dari Plt Kepala BPKAD Rohil mengenai pertanyaan tersebut. Maka bola berada di tangan BPKAD Rohil. Jikalau pengelolaan anggaran Rp850 juta tersebut memang berjalan itu sesuai aturan, publik tentu menunggu penjelasanya terbuka dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. (Mulyono)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.