Oalah….. Beredar Video Plt Bupati Ini Salah Baca Pancasila saat Pimpin Upacara HUT RI ke-81

0 59

DERAKPOST.COM – Disaat ini beredar viral video, hal salah ucap Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra itu membaca teks Pancasila pada saat upacara HUT RI ke-81. Video itu, menjadi sorotan publik

Dalam video beredar itu, Chandra ini yang juga bertindak sebagai inspektur upacara terdengar salah menyebutkan sila kedua Pancasila. Harusnya adalah membacakan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, ia itu melafalkan redaksi berbeda. Pancasila. Satu, ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, keadilan yang adil dan beradab.

keliruan pada sila kedua ini, juga membuat peserta upacara yang tidak serempak saat menirukan teks yang dibacakan, meskipun sila ketiga hingga kelima tersebut berhasil dibacakan dengan benar. Situasi ini turut disoroti akun Instagram @Feedgramindo yang mengunggah rekaman kejadian.

“Kemudian untuk pembacaan sila ke tiga, empat dan lima, juga berlangsung secara teratur (rancak) berurutan. Akibat salah membaca tersebut, menyebabkan peserta upacara tidak kompak dalam menirukan bacaan teks. Sehingga ada mengucap ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’, tetapi ada juga mengucapkan ‘keadilan yang adil dan beradab’, persis meniru, seperti yang diucapkan plt bupati Pati,” tulis keterangan pada unggahan akun tersebut.

Dikutip dari laman CNNIndonesia. Terkait viral video demikian, maka Pemkab Pati itu mengklarifikasi. Seperti hal disampaikanya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pati Sugiyono. Untuk permasalahan segera angkat bicara. Ia pun membenarkan hal keaslian kejadian dalam video tersebut.

“Itu benar video asli,” ujar Sugiyono saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026). Dalam hal ini, Sugiyono menjelaskan bahwa ada kesalahan pengucapan itu murni disebab oleh menurunnya kondisi kesehatan Plt Bupati akibat padatnya rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Ia menegaskan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

“Kondisi beliau yang lagi tidak fit, sehingga kurang fokus, tidak ada objek kesengajaan. Ada banyak agenda (rangkaian peringatan hari kemerdekaan),” jelas Sugiyono. Dalam hal ini, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pers untuk bisa menyikapi insiden ini yang secara bijak demi menjaga stabilitas daerah. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.