Usir Gajah Liar di Bengkalis, Mikhael Alami Luka-luka dan Darwin Meninggal Dunia

0 51

DERAKPOST.COM – Seorang pemuda yang bernama Mikhael Daniel Simarmata (18) ini mengalami luka robek dibagian pinggang dan paha, setelah terkena tendangan gajah ketika bersama warga lainya itu melakukan upaya pengusiran gajah.

Sedangkan, sementara itu warga lainnya, Darwin Sondang Napitu (47), juga berada di lokasi untuk berjaga dan juga mengusir gajah. Namun nasib naas si Darwin tidak bisa dihindarkan, ia meninggal yang akibat serangan gajah dan kelelahan.

Kejadian itu upaya mengusir gajah liar di kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis yang berujung insiden. Karena gajah itu, lalukan penyerangan.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Ujang Holisudin mengatakan, pihaknya ini menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas gajah liar di kawasan tersebut pada Jumat (21/8/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III turun ke lokasi untuk halnya melakukan pengecekan dan penanganan. Tim turut didampingi warga setempat.

“Tim didampingi warga setempat ke lokasi. Setibanya di lokasi menemukan jejak gajah liar dan selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” kata Ujang, hari Senin (31/8/2026), saat dikonfirmasi.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan terdapat dua titik kejadian. Keduanya yang berada dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga.

Pada titik pertama, Mikhael itu, ditemukan mengalami luka setelah diduga ini terkena tendangan gajah ketika berupaya mengusir satwa tersebut. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Sementara di titik lainnya, Darwin diketahui berada di lokasi ini untuk berjaga sekaligus melakukan upaya pengusiran gajah. Tetapi, Ujang menegaskan kematian Darwin bukan disebabkan serangan satwa.

Dari hasil plotting lokasi kejadian, pihaknya ada menemukan aktivitas warga berada di dalam kawasan konservasi tersebut. “Data yang kami dapat, mereka berkebun sawit di dalam,” kata Ujang menjelaskan.

Sambung dia, setelah menerima laporan, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan dari gajah liar. Namun penyisiran dilakukan itu, petugas tidak ada menemukan keberadaan satwa tersebut.

Karena itu, tambahnya mengingatkan pada masyarakat agar tidak melakukan halnya penanganan sendiri itu ketika menemukan gajah liar, terutama dengan mendekati atau berupaya mengusir satwa tersebut.

“Masyarakat ini diminta menjaga jarak dan segera laporkan keberadaan gajah kepada aparat desa, agar pada penanganan dapat dilakukan ini sesuai prosedur. Atau, segera hubung Call Centre Balai Besar KSDA Riau,” kata Ujang. (Dairul).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.