Usaha Budidaya Ikan Lele di Meranti Sangat Meuntungkan, Muhammad Fadil: Kini Punya 10 Kolam

0 71

DERAKPOST.COM – Usaha budidaya ikan lele saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi sejak diluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Meski terlihat sulit, tapi siapa sangka jika usaha jenis ini sangat menguntungkan.

Seperti yang dijalani Muhammad Fadil di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Saat memulai usaha tersebut pada 2021 silam hanya memiliki dua kolam terpal. Kini, dia bahkan telah memiliki 10 kolam terpal yang dibangun melalui perputaran hasil panen.

“Saat ini ada beberapa usaha pecel lele yang secara rutin meminta kepada saya sebagai penyuplai ikan. Termasuk pedagang ikan yang berjualan di pasar-paaar di Selatpanjang,” kata Fadil.

Tingginya permintaan pasar membuat Fadil mengaku kewalahan. Apalagi ketika ada permintaan dari dapur MBG yang mencapai ratusan kilogram.

“Kalau MBG yng minta, paling sedikit 300 kg. Kemana mau dicari. Hasil panen di kolam saya aja belum cukup. Kadang selalu saya tolak, ” cerita Fadil.

Menurut Fadil, tingginya permintaan pasar sebenarnya merupakan peluang empuk bagi masyarakat yang ingin berusaha. Tapi, kenyataan itu seakan tidak mendapat respon. Sampai saat ini ketersediaan ikan lele di Kapulauan Meranti tetap saja kurang. Maka tak heran jika ada di antara pedagang ikan di pasar terpaksa harus memesan ikan lele beku (ikan lele es) demi mencukupi kebutuhan pelanggannya, seperti rumah makan, termasuk pecel lele.

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah puluhan tahun dibudidayakan di lahan komersial oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti. Bisnis ikan lele sangat populer. Hampir di setiap daerah kita bisa melihat banyaknya penjual pecel lele. Itu artinya, permintaan pasar terhadap ikan lele sangatlah tinggi.

Budidaya ikan lele bisa dimulai dengan skala kecil, seperti budidaya menggunakan drum plastik, kolam terpal dan lainnya. Budidaya Lele berkembang pesat dikarenakan dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat, lebar, tinggi, teknologi budidaya yang relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah serta modal usaha relatif rendah.

Selain itu, ikan lele sangat mudah untuk dibudidaya oleh pemula karena memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat. Faktor yang mendukung pembudidaya Ikan Lele untuk melakukan usaha ini adalah harga jual serta permintaan yang relatif tinggi.

Saat ini banyak pelaku usaha budidaya ikan lele di Meranti yang gulung tikar. Rata-rata dari mereka adalah kelompok-kelompok yang pernah mendapat bantuan. Kurangnya pengetahuan dalam berbudidaya, serta tingginya harga pakan (pelet) menjadi salah satu penyebabnya.

“Yakinlah, usaha ini sangat menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Saat ini harga ikan lele di pasar-pasar sudah 30 ribu per kilogram. Jadi tinggal kalikan saja. Kalau masalah pakan sebenarnya tergantung kita, asal pandai-pandai saja pasti untung. Sebab, di daerah ini begitu banyak pakan alternatif yang bisa dimanfaatkan. Yang penting mau belajar berbudidaya,” sebut Fadil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendampingi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Apapun jenis usahanya, dari dulu selalu mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk kelompok-kelompok usaha budidaya ikan air tawar.

Dia juga mengaku salut dengan Muhammad Fadil yang mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Ini patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya yang masih bingung mau memilih usaha apa yang cocok untuk dijalani.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni menilai bahwa ketelatenan Muhammad Fadil dalam mengembangkan usaha budidaya ikan lele di kolam terpal merupakan terobosan luar biasa dan patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti, Lianita juga berharap agar bisa memberikan pendampingan secara berkelanjutan.

Selain mengadakan pelatihan dan memberikan bantuan berupa peralatan, juga terjun langsung untuk mendengar keluhan apa saja yang dihadapi pelaku usaha.

“Usaha seperti ini harus kita dukung bersama. Pemerintah daerah memberikan pendampingan dan bantuan kepada pelaku usaha, kami di legislatif siap mendukung upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (Advetorial/Atansyam)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.