Soal Gaji Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Ini Kata Bos Agrinas Pangan

0 58

DERAKPOST.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara angkat bicara soal sistem pengelolaan dan pengupahan disebut memicu kekecewaan pengelola gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Isu ini sebelumnya viral di media sosial setelah 80% dari 85 gerai KDKMP di Bojonegoro sempat berhenti beroperasi secara serentak pada 3 Juli 2026.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan pihaknya memahami keresahan yang muncul dan menegaskan bahwa kesejahteraan personel adalah prioritas utama perusahaan.

“Menanggapi isu yang berkembang di media sosial terkait proses penggajian personel KDKMP, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih atas setiap perhatian, masukan, dan kepedulian yang diberikan. Kesejahteraan para personel adalah prioritas yang tidak pernah kami kompromikan,” tulis Joao dalam akun Instagram pribadinya @bung.joaomota, dikutip Kamis (9/7/2026).

Joao menjelaskan saat ini tengah mengevaluasi terhadap seluruh sistem yang berjalan selama sepekan terakhir. Pihaknya berkomitmen untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan setiap ketidaksesuaian data setelah proses verifikasi selesai.

“Sepekan terakhir kami terus mengecek total sistem yang berjalan. Kami berkomitmen setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secepatnya setelah verifikasi. Sebagian telah diselesaikan, dan proses ini masih terus berlanjut,” jelasnya yang dikutip dari laman Detik.

Ia memastikan terus berupaya mempunyai sistem yang terbaik demi pengelolaan gerai Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi. Saat ini, sebanyak 1.061 gerai telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di saat yang sama, pihaknya juga terus melanjutkan pembangunan lebih dari 80.000 unit gerai dan gudang KDKMP di seluruh pelosok Indonesia.

“Kami terus mengupayakan sistem terbaik demi hasil yang kokoh untuk mengelola gerai yang telah beroperasi, menyiapkan gerai yang sudah selesai dibangun agar bisa segera beroperasi,” tutur Joao.

“Kesejahteraan dan hak para personel Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di 1061 gerai yang telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah prioritas kami. Setiap tetes keringat dan dedikasi personel adalah roda penggerak KDKMP,” tambah ia.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan para pengelola Kopdeskel Merah Putih mengaku kecewa terhadap sistem pengelolaan dan pengupahan yang dijalankan Agrinas Pangan Nusantara. Kekecewaan ini dipicu karena para pengelola menerima upah yang tidak seperti dijanjikan. Hal ini pula yang menyebabkan sekitar 80% dari 85 gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro berhenti beroperasi serentak sementara pada 3 Juli lalu.

Kepala Desa Campurejo, Edi Susanto mengakui adanya keluhan dari pengelola gerai Kopdes Merah Putih di wilayahnya. Menurut laporan yang diterimanya, para pekerja sebelumnya dijanjikan gaji sekitar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta per bulan. Namun, ternyata ada yang mendapatkan gaji hanya Rp 76 ribu.

“Kemarin kami mendapat aduan dari pengelola KDKMP di desa kami bahwa mulai hari ini KDKMP Campurejo ditutup,” ujar Edi, Jumat (3/7), dikutip detikJatim.

Sementara itu, salah satu pengelola KDMP Campurejo yang enggan disebutkan namanya membenarkan keterangan kepala desa Campurejo, Bojonegoro.

“Ya mas, alasan kami menutup gerai karena ketidakjelasan gaji yang kami terima serta sejak awal kami juga tidak menerima surat perjanjian kerja dari pusat,” ujarnya. (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.