Sikapi Pernyataan Plt Gubernur Riau Soal MBG Pemicu Defisit Anggaran, Ratusan Massa JMRB Gelar Demo

0 58

DERAKPOST.COM – Ratusan massa yang tergabung di dalam Jaringan Masyarakat Riau Berdaulat (JMRB) melaksana demo, di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. Aksi demo berlangsung hari Rabu (24/6/2026), siang.

Aksi demikian, menyikapi hal pernyataan kontroversial dipaparkannya Plt Gubernur Riau SF Harianto yang menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemicu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau berbuntut panjang.

Massa aksi, mengutuk keras sikap kepala daerah demikian, dinilai mencari “kambing hitam” atas bobrok tata kelola keuangan di daerah ini. Dalam aksi itu, massa langsung membentangkan spanduk raksasa bertulis kecaman menohok: PLT GUBERNUR RIAU JANGAN KAMBING HITAMKAN PROGRAM BAPAK PRESIDEN.

Pada spanduk tersebut juga menampilkan ilustrasi wajahnya SF Harianto bersanding dengan gambar seekor kambing hitam itu, yang dicoret silang merah. Ini menegaskan penolakannya keras rakyat terhadap narasi Pemprov Riau tersebut.

Dalam hal ini, Koordinator Lapangan JMRB, Donys Paskualido Manalu, saat orasinya ini menegaskan bahwa program MBG adalah kebijakkan strategis nasional yang murni demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

“Sangat tidak logis dan memalukan jikalau program prioritas Presiden disalahkan atas defisit anggaran di Riau. Akar masalahnya bukan di sana. Namun itu melainkan pada ketidakmampuan Pemprov Riau dalam hal mengelola APBD, efektivitas belanja yang buruk, serta jebloknya realisasi PAD” teriak Donys dalam orasinya.

JMRB ini melayangkan sembilan tuntutan mutlak. Mereka ini mendesak transparansi terkait bobroknya keuangan daerah, audit forensik tata kelola di APBD, pemangkasan drastis belanja non-prioritas yang dinilai itu tidak berpihak pada rakyat, serta meminta DPRD Riau memanggil Plt Gubernur untuk bertanggungjawab pernyataan itu.

Massa aksi sempat bergeser memblokade pintu samping di Jalan Cut Nyak Dhien itu. Namun, Ironisnya yang ditengah kepungan massa, tapi Plt Gubernur Riau SF Harianto tidak menampakan diri. Karena, informasi lagi bersama perwakilan Kemendagri yang bicarakan hal sama. Massa aksi, akhirnya bersedia menyerahkan dokumen tuntutan secara resmi.

Diketahui, aspirasi demonstran ini akhirnya diterima oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Helmi D dengan langsung menyampaikan hal permohonan maaf atas absennya pimpinan daerah. Dan menariknya itu, Helmi justru mengeluarkan pernyataan bertolak belakang.

Ia menyebut bahwa defisit anggaran yang menjerat Riau sebenarnya itu sama sekali tidak berkaitan program MBG. “Persoalan defisit ini murni karena belum tercapainya target pendapatan dan penerimaan daerah sebagaimana direncanakan dalam APBD, bukan karena program nasional tersebut,” terang Helmi mengklarifikasi.

Dengan adanya pernyataan Pemprov Riau yang dipaparkan Asisten II Sekdaprov. Hal itu mendapat respon, dan serta disambut sorakanya kemenangan oleh peserta aksi. Diketahui, unjuk rasa yang berlangsung ini secara ketat kawal pihak aparat kepolisian. Yang akhirnya, membubarkan diri dengan tertib pada pukul 15.45 WIB.  (Irsyad)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.