Relawan Koperatif Bela Direksi Agrinas, Sebut Tudingan Dinilai Bermuatan Kepentingan Kelompok

0 60

DERAKPOST.COM – Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif (Koperatif) Riau menilai tudingan terhadap Direksi PT Agrinas Palma Nusantara (APN) bermuatan kepentingan kelompok. Mereka meminta polemik kebijakanya pengelolaan kebun kelapa sawit ini, dalam penggunaan kawasan hutan tidak dijadikan alasan yang menghambat peningkatan produktivitas.

Hal itu disampaikan Koordinator Relawan Koperatif, Ricky Sanjaya disaat menggelar aksi damai yang bertempat di Purna MTQ Pekanbaru, Selasa (15/9/2026). Pada aksi tersebut, mereka menyatakan dukunganya pada kebijakan Direksi Agrinas, khususnya kepada Direktur Operasional Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan Novil.

“Sentimen negatif terhadap jajaran Direksi Agrinas. Seperti halnya ini kepada Direktur Operasional Tuhu Bangun, beserta Direktur Kepatuhan Novil. Aksi itu, diduga dibangun oleh pihak yang terganggu,” tegasnya. Kata dia, persoalan PT Agrinas tidak seharusnya hanya dilihat vendor mana yang mendapat atau tidak mendapat Surat Keputusan (SK) penugasan.

Hal yang lebih penting, ungkap dia, adalah memastikan vendor yang ditunjuk memiliki kelayakan, kemampuan, dan hal komitmen meningkatkan produktivitas kebun. Terang dia, yang dilakukan direksi di hari ini adalah berusaha itu mencari jalan dan solusi agar tata kelola yang dapat berjalan tanpa harus berlama-lama mengurusi konflik. Tanaman harus dipupuk, dirawat, dan produktif.

Ricky menilai langkah jajaran direksi serta karyawan Agrinas merupakan bagian dari upaya halnya mengembalikan pengelolaan kekayaan alam kepada negara. “Diketahui, direksi bersama segenap jajaran karyawan Agrinas diserang itu karena berjuang untuk mengembalikan apa yang hilang selama ini dari negara, yaitu halnya kedaulatan negara mengelola kekayaan alam,” katanya.

Usai berorasi di Purna MTQ, maka relawan
Koperatif tersebut yang sekitar 30 orang ini
melanjutkan hal longmarch menuju Kantor Agrinas yang berada itu di belakang Purna MTQ, yang merupa eks Kantor Duta Palma Nusantara. Mereka itu membawa spanduk dan juga papan bunga yang ada berisikan
narasi dukungan terhadap perusahaan dan jajaran direksi.

Sesampai berada di lokasi Kantor Agrinas tersebut, tampak personel kepolisian yang berjaga-jaga. Dalam kesempatan itu, Ricky kembali melakukan aksi orasi lanjutan. Dia menegaskan bahwasa pengelolaan BUMN harus mengutamakan kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi maupun halnya kelompok tertentu. Maka, setiap kebijakan harus dinilai berdasar manfaat, kelayakan, dan dampak keberlanjutan usaha.

“Mengelola BUMN itu dengan profesional akan selalu jadi incaranya pihak yang tidak terakomodir,” sambungnya. Didalam hal ini, Koperatif juga menduga tudingan terhadap Direktur Operasional Tuhu Bangun berserta Direktur Kepatuhan Novil merupakan suatu bagian dari upaya kelompok tertentu untuk memonopoli pengelolaan dari kebun yang disita negara. Meski demikian, mereka pun meminta seluruh pihak mengedepankanya fakta dan evaluasi yang utuh dalam menilai kebijakan Agrinas.

Dia juga menyebut para direksi merupakan orang-orang ditunjuk untuk memastikanya kekayaan alam yang dikelola secara tepat, cermat, dan profesional. Dia mengatakan,
Agrinas tidak boleh tunduk kepada halnya kepentingan pribadi atau kelompok, tapi harus tunduk kepada kepentingan negara serta wajib memberikan hal kesempatan kepada setiap anak bangsa yang memiliki keahlian dan kemampuan.

Disela-sela aksi tersebut, pihak PT Agrinas diwakili oleh Budi Hartono selaku Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga, beserta jajarannya. Dia mengatakan, sangat terima kasih dengan dukungan disampaikan oleh elemen Koperatif. “Saya datang, mewakili atas nama perusahaan. Dengan ini sangat berterimakasih atas dukungan yang diberi elemen masyarakat. Seperti halnya, pihak Koperatif,” ungkapnya. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.