DERAKPOST.COM – Pengerjaan rehabilitasi Jalan Pemda, pada Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dikeluhkan warga serta pelaku UMKM. Material pasir dan batu itu, membuat debu beterbangan mengganggu aktivitas masyarakat.
Debu muncul sejak pekerjaan penimbunan dimulai pada Selasa (1/9/2026), mulai dari halnya simpang Jalan Akasia hingga Gang Pesona. Sejumlah pelaku UMKM makanan dan minuman mengaku terdampak karena pembeli ini enggan berhenti akibat kondisi jalan yang berdebu.
Terkait hal kondisi ini, Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Irham Nisbar, dikonfirmasi via WhatsApp, menyebutkan bahwa pihaknya sudah ada meminta kontraktor melakukan penyiraman. “Kalau mengatasi debu, telah diminta rekan kontraktor untuk melakukan penyiraman,” katanya.
Selain penyiraman untuk menghilangkanya debu, kata Irham, juga memastikan halnya rambu-rambu lalu lintas telah dipasang di sekitar lokasi proyek. Langkah dilakukan itu, untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan mengingat Jalan Pemda cukup ramai dilalui kendaraan.
Diketahui, bahwa proyek tersebut merupa hal rehabilitasi Jalan Pemda, dengan nilai kontrak sekitar Rp9,4 miliaran, bersumber dari APBD Pelalawan 2026. Pekerjaan itu, dilaksanakan PT Trifa Abadi dengan masa pelaksanaan 135 hari. Tetapi adanya debu itu jadi keluhanya warga.
Seperti halnya, pengakuan salah seorang warga bernama Udin. Ia pun mengatakan, warga tidak menolak akan pembangunan. Namun disini tentu warga hanya meminta kontraktor supaya rutin menyiram material pengerjaan proyek tersebut, debu itu tidak terus menganggu aktivitas.
Saat ini menunggu langkah nyata disebut Kepala Dinas PUPR, dengan minta kepada kontraktor melakukan penyiraman. “Jalan bagus tentu perlu Tapi selama pengerjaan berlangsung, tolong perhatikan kami. Dan jangan sampai terus mehirup debu dan UMKM terganggu,” ujarnya. (AjoMarbun)