Polri Perkuat Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat KKP Sespimma Angkatan ke-75

0 152

DERAKPOST.COM – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung swasembada pangan sebagai program prioritas nasional terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026. Kelompok Kerja (Pokjar) V berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dalam kegiatan yang digelar pada Senin (4/5/2026) di Aula Soejoed, Bandung.

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Sinergisitas Polri dengan Instansi Terkait guna Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Fokus pembahasan diarahkan pada optimalisasi kerja sama dalam meningkatkan produktivitas jagung sebagai komoditas strategis yang menopang sektor pangan, pakan, dan energi.

Perwakilan peserta Sespimma, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Tommy menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan bukan sekadar fungsi tambahan, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

“Pengawasan distribusi pangan menjadi aspek vital. Ketika distribusi terganggu, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial,” ujar Kombes Pol Tommy.

Diskusi yang dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD) tersebut menyoroti pentingnya integrasi peran antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan pangan.

Polri dinilai memiliki posisi krusial dalam mengawasi rantai distribusi jagung agar tepat sasaran, sekaligus mencegah potensi distorsi pasar.

Kombes Pol Tommy juga mengingatkan bahwa tantangan utama sektor pangan saat ini tidak hanya terletak pada aspek produksi, tetapi juga efisiensi dan keadilan distribusi.

“Produksi bisa meningkat, tetapi tanpa distribusi yang terjaga, ketahanan pangan tetap rentan. Di sinilah sinergi dengan Polri menjadi penting,” tegasnya.

Selain itu, FGD juga menggarisbawahi pentingnya penguatan kerja sama lintas sektoral, termasuk dalam integrasi rantai pasok serta dukungan pembiayaan.

Akses permodalan dari perbankan maupun pelaku usaha lokal dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas jagung di tingkat petani.

Sejumlah peserta menilai pendekatan kolaboratif ini berpotensi menjadi model nasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga hingga gangguan distribusi.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta didik Sespimma Polri ini berlangsung aman dan tertib. Melalui KKP tersebut, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dalam memperkuat kebijakan ketahanan pangan nasional. (Berry)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.