Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam Minta Maaf atas Ucapannya Diduga Mehina Nabi Muhammad SAW

0 60

DERAKPOST.COM – Dikarenakan ucapanya, Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, ini memberikan klarifikasi atas terkait pernyataannya yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Ia meminta maaf atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan tersebut.

Permintaan maaf Abah Setu, disampaikan dalam proses mediasi dan klarifikasi yang turut dihadiri oleh MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama dan juga masyarakat, serta Organisasi Kemasyarakatan (ormas), saat di Mapolres Metro Bekasi, pada hari Kamis (10/9/2026).

Dikutip dari laman Detik. Hal pernyataanya itu, Abah Setu sudah mengakui salah atas ucapannya telah menimbulkan kegaduhan serta menyinggung kaum Muslimin. Abah Setu juga menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya itu.

“Sehubungan dengan beredarnya video yang menyinggung kaum Muslimin dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini saya menyatakan mengakui dan serta menyatakan salah atas kekeliruan tersebut bahwa video yang telah menyinggung dan menghina kaum Muslimin. Oleh karenanya, saya minta maaf sebesar-besarnya,” kata Abah Setu.

Pada kesempatan itu, Abah Setu juga menyampaikan akan menutup kegiatan di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang ia pimpin, termasuk konten-kontennya di media sosial.

“Kedua, saya akan menutup kegiatan yang berkaitan dengan segala hal yang dapat menyinggung umat majelis taklim, konten medsos, pengajaran terselubung berpotensi menghina dan menyesatkan kaum Muslimin,” ungkapnya.

Abah Setu juga menyampaikan akan bersikap kooperatif dan siap mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Ketiga, saya bersedia mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku dan apabila saya mengulang hal yang sama atau sejenis di kemudian hari,” ucapnya.

Ia juga berjanji akan menjaga harkat dan martabat Rasulullah SAW di manapun dan dalam keadaan apapun. “Yang kelima, saya akan senantiasa memperbaiki dan memvalidasi kebenaran dan kemuliaan Islam pada ulama yang soleh,” imbuhnya.

“Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan iktikad baik dan saya siap mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku bahkan saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.

Video Abah Setu yang menyinggung soal Nabi Muhammad telah menimbulkan kegaduhan hingga ia digeruduk massa pada Senin malam, 7 September 2026. Polisi kemudian mengundang Abah Setu untuk klarifikasi pada Kamis (10/9/2026). kemarin. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.