Pertamina Tebar Oil Boom untuk Bantu Penanganan KMP Batumandi Terbakar di Perairan Selat Sund

0 56

DERAKPOST.COM – Dengan mengerahkan Tim Tanggap Darurat Operasional Marine Tanjung Sekong dan juga Marine Tanjung Gerem, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Hal ini meamankan wilayah sekitar lokasi insiden kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di perairanya Selat Sunda, pada hari Selasa (20/10/2026).

Amran Reza Vice President Legal & Relations PTK, mengatakan, Tim Marine PTK sigap menuju lokasi dan selain membantu evakuasi, juga mengisolasi lokasi pada area tersebut dengan deployment (penggelaran) oil boom atau alat khusus berbentuk penghalang terapung di permukaan air.

Oil Boom digunakan untuk membatasi penyebaran tumpahan dan melindungi area sensitif di sekitar lokasi kejadian, dengan mengelilingi KMP Batumandi. Hal ini merupakan upaya mitigasi apabila terdapat potensi ceceran bahan bakar supaya tidak meluas ke area di luar badan kapal, terutama selama proses penanganan berlangsung.

Amran mengungkapkan, keterlibatan unit operasional maritim merupakan bagian dari implementasi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PTK serta komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.

“Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespon ke lokasi kejadian.

Dikutip dari laman CNBCIndonesia. Kata dia, sejak Selasa (20/10/2026) sore hingga saat ini, Tim Marine PTK masih berada di sekitar wilayah itu, dengan perlengkapan HSSE kemaritiman. Amran ini ungkapkan, beberapa perlengkapan sudah disiapkan oleh PTK antara lain 11 Oil Boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, 4 Oil Boom tipe Sea Boom, serta Personel Oil Spill Response. Selain itu, 1 kapal tug boat beserta kru, serta kru Marine dan kru kapal lainnya.

Amran menambahkan, sinergi tim gabungan berfokus pada penuntasan pemadaman badan kapal, pengawasan stabilitas bentangan oil boom, serta penjagaan status siaga armada dan personel PTK diu lokasi kejadian.

“Kesiapsiagaan dan aspek HSSE merupakan wujud komitmen PTK dalam turut menjaga sektor kemaritiman. PTK juga mengapresiasi gerak cepat dari berbagai otoritas maritime dan instansi terkait, sehingga evakuasi penumpang dan kru kapal berjalan lancar, serta upaya pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu,” ungkap Amran. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.