Organisasi Rakyat Indonesia KSPSI AGN se- Riau Nyatakan Berpisah dari Partai Buruh, Siap Bangun Dinamika Politik Baru

0 67

DERAKPOST.COM – Diketahui sekarang ini, Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Serikat Pekerja Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN resmi menarik seluruh kadernya dari Partai Buruh. Keputusan terjadi di Provinsi Riau ini yang mengikuti langkah organisasi di tingkat pusat itu menyatakan keluar dari partai tersebut.

ORI yang selama ini dikenal sebagai salah satu inisiator lahirnya Partai Buruh, secara pun resmi menyatakan berpisah dari partai tersebut. Seperti hal, yang di Provinsi Riau melakukan deklarasi digelar di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (4/7/2026), menjadi penanda dimulainya arah perjuangan baru, yang diklaim tetap berpihak halnya kepada kepentingan kaum buruh, namun berada di luar struktur Partai Buruh.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dihadiri unsur pemerintah. Seperti dihadir Kepala Kesbangpol Riau ini diwakili Linda Siagian selaku Kepala Bidang (Kabid) Poldagri. Sementara halnya pihak Bawaslu dan KPU Riau yang turut diundang, ini tidak dapat hadir diagenda pernyataan deklarasi hal berpisah dengan Partai Buruh. Agenda ini tampak berjalan lancar, penuh kondusif selama kegiatan berakhir.

Berdasarkan informasi yang terpampang pada spanduk kegiatan, kalau pemisahan tersebut sebagai momentum kebangkitan ORI untuk mewujudkanya keseimbangan serta dinamika baru didalam perpolitikan Indonesia. Kegiatan juga menjadi wadah konsolidasi organisasi guna memperkuat arah perjuangan ORI setelah memutuskan tidak menjadi bagianyq dari Partai Buruh, tetapi berbuat untuk buruh.

Dalam deklarasi tersebut, ORI menegaskan komitmennya ini untuk terus diperjuangkan kepentingan rakyat melalui jalur organisasi serta semangat kebersamaan, demokrasi, dan keadilan sosial. Organisasi inipun juga menyatakan akan membangun peran yang lebih mandiri dalam memberikan kontribusi terhadap kehidupan politik nasional. Dalam hal ini, keputusan berpisah diharapkan jadi langkah awalnya bagi ORI.

Ketua Exco ORI Provinsi Riau, Erick Suryadi menegaskan bahwa keputusan tinggalkan Partai Buruh itu bukanlah akhir perjuangan yang selama ini dibangun bersama. Sebut dia, langkah tersebut justru menjadi suatu awal untuk hal membangun gerakan yang lebih independen, lebih luas, dan juga lebih fokus didalam halnya ini memperjuangkan hak-hak pekerja. “Karena itulah sebenarnya tujuan awal,” sebut Erick.

Erick dalam paparan kata sambutan, kalau perpisahan ini bukanya berarti perjuangan selesai. Justru ingin membuka ruang yang lebih besar untuk perjuangkannya aspirasi buruh dengan cara yang lebih efektif serta bermartabat. ORI juga akan terus bergerak bersama masyarakat pekerja, demi tujuan menghadirkan perubahan yang lebih baik. Dia menjelaskan bahwa deklarasi terbuka yang sengaja dilakukan.

“Deklarasi terbuka yang sengaja dilakukan. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, maupun di instansi pemerintah mengenai ini posisi ORI KSPSI AGN, untuk ke depan. Selain itu, sehingga seluruh pihak memahami bahwa ORI tidak lagi memiliki hubungan organisasi maupun politik dengan Partai Buruh. Transparansi, itu harus menjadi bagian penting menjaga kredibilitas,” ujar Erick.

Kesempatan itu, Erick menyebut, bahwasa dirinya sudah dua priode jadi Ketua Partai Buruh di Provinsi Riau. Dan juga baru-baru ini (bulan Juni 2026) diperpanjang SK, tapi seiiring polemik ini, maka sudah membuat surat pengunduran diri, yang disampaikan secara resmi kepada Partai Buruh. Itu juga berlaku bagi seluruh pengurus Partai Buruh di kabupaten/kota yang berasal dari afiliasi KSPSI AGN, se- Riau.

Sementara itu, dukungan terhadap langkah ORI KSPSI AGN yang nyatakan mundur dari Partai Buruh, juga dipapar Wakil Ketua DPD KSPSI AGN Provinsi Riau, Achmad Zahri T. Dia menilai keputusan tersebut merupakan hak organisasi dalam menentukanya arah perjuangannya, selama tetap berorientasi kepentingan buruh. “Kami ini mendukung keputusan itu. Sehingga, perjuangan buruh makin kuat,” ujarnya.

Dikesempatan sama, Kepala Kesbangpol Riau diwakili Kabid Poldagri Linda Siagian, menyampaikan, bahwasa dinamika politik merupakan sesuatu yang lumrah didalam sistem demokrasi. Menurutnya, hal setiap organisasi memiliki hak menentukan sikap dan arah perjuangannya sepanjang dengan tetap berada dikoridor hukum berlaku. Hal deklarasi ini secara tak langsung informasi Erick Suryadi mundur.

“Informasi saat ini bahwasa pihaknya telah menerima pemberitahuan pengunduran diri Erick Suryadi yaitu dari jabatan Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Riau untuk di periode 2026–2031. Hal informasi resmi mengenai pengundurannya diri Erick Suryadi tersebut tentunya disampaikanya oleh Partai Buruh tingkat pusat. Semoga, dalam waktu dekat ada pemberitahuan dari Partai Buruh,” ujar
Kabid Poldagri Linda. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.