DERAKPOST.COM – Menanggapi akan hal pemberitaan keterlambatanya penyaluran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ilmi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KaSPPG) Aneka Kuliner Perawang (AKP), dari Yayasan Pendidikan An-Nur Widya Sari memberikan klarifikasi resmi yang sebagai pemenuhan Hak Jawab demi berimbangan informasi publik.
Pihak SPPG menegaskan bahwa operasional mereka berjalan sepenuhnya di atas koridor aturan dan instruksi resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Based on regulasi makro, hari Kamis, 28 Mei 2026 merupakan hari Cuti Bersama nasional, di mana aktivitas belajar mengajar (KBM) secara formal diliburkan.
Widya Sari menjelaskan, kebijakan tidak mendistribusikan makanan pada hari libur tersebut merujuk langsung pada siaran pers Badan Gizi Nasional (BGN) tertanggal 26 Mei 2026.
Dalam aturan terbaru, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan adanya perubahan pola distribusi MBG dari yang semula enam hari menjadi lima hari dalam seminggu. Langkah ini diambil demi efisiensi anggaran negara dan memastikan bantuan tepat sasaran.
“Kami di tingkat daerah berkomitmen penuh mendukung efisiensi anggaran BGN. Berdasarkan petunjuk teknis pusat, distribusi MBG hanya difokuskan pada saat peserta didik berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar secara aktif. Karena tanggal 28 Mei adalah cuti bersama, secara regulasi operasional kami terjadwal libur,” ujar Widya Sari.
Meskipun secara aturan libur, pihak SPPG AKP menunjukkan iktikad baik, saat menerima laporan dari pihak Ponpes pada pukul 13.00 WIB yang menanyakan keberadaan menu MBG.
Mendengar para santri membutuhkan makanan, KaSPPG langsung mengambil kebijakan diskresi darurat. Pihak SPPG langsung membuat permintaan khusus (special order) dan menggerakkan tim dapur untuk memasak serta menyiapkan ratusan porsi makanan saat itu juga.
Namun, dinamika di lapangan justru berbanding terbalik, Pukul 17.00 WIB Relawan SPPG tiba di lokasi Ponpes Nurul Ilmi untuk mengantarkan makanan yang baru selesai dimasak. Atas pengecekan di lapangan, relawan juga mengonfirmasi memang tidak ada kegiatan belajar mengajar aktif di sekolah tersebut.
Setibanya mobil logistik di lokasi, pihak Ponpes justru enggan membuka pagar sekolah dan menolak masuknya relawan serta MBG tersebut. Kerugian SPPG Akibat penolakan sepihak ini, ratusan porsi makanan bergizi yang telah dimasak dengan standar higienis tinggi terbuang sia-sia, sehingga SPPG mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Mengenai klaim keterlambatan informasi, Widya Sari tidak menampik adanya keterlambatan estafet laporan dari Asisten Lapangan (Aslap) ke pusat dapur produksi SPPG terkait kondisi santri asrama yang menetap. Kendati demikian, respon cepat memasak di hari libur membuktikan SPPG memprioritaskan nasib para santri di atas segalanya.
Terkait catatan evaluasi higienitas yang sempat disinggung, pihak SPPG AKP menyatakan selalu terbuka terhadap kritik konstruktif. Mereka memastikan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur produksi diperketat secara berkala demi menyukseskan program nasional ini di Kabupaten Siak.
Dengan adanya hak jawab ini, masyarakat Kabupaten Siak diharapkan dapat melihat secara objektif bahwa SPPG AKP Tualang Perawang Barat 3 adalah lembaga yang taat asas, patuh pada efisiensi anggaran negara, namun tetap memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial yang tinggi di lapangan. (Muliya)