Kepala DPKH Mimi: Kebutuhan Hewan Kurban di Provinsi Riau Diprediksi Naik Capai 52 Ribu Ekor

0 56

DERAKPOST.COM – Tingkat permintaannya hewan kurban di Provinsi Riau ini diprediksi naik atau meningkat tajam. Hal itu, infonya di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau.

“Diprediksi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026, akan mengalami peningkatan, dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah kebutuhan hewan kurban di Riau diperkirakan mencapai 52.885 ekor atau naik sekitar 4,8 persen,” aebut Kepala
DPKH Riau Mimi Yuliani Nazir.

Pasalnya, ditahun sebelumnya ada terdata sebanyak 50.463 ekor, tapi ditahun 2026 ini ujarnya, diperkirakan bisa mencapai 52.885 ekor atau naik sekitar 4,8 persen. Di dalam hal ini, peningkatan pada kebutuhan hewan kurban tersebut dipengaruhi membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

“Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau pada Idul Adha tahun ini akan meningkat hingga 4,8 persen. Ini bisa kita lihat juga dengan meningkatnya permintaan hewan kurban dan juga perekonomian masyarakat yang sudah mulai kembali membaik,” sebutnya, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah pemotongan hewan kurban terbanyak di Provinsi Riau. Tercatat sebanyak 9.435 ekor hewan kurban dipotong di ibu kota provinsi tersebut.

“Untuk tahun lalu, jumlah pemotongan hewan kurban di Pekanbaru sebanyak 9.435, Kampar sebanyak 7.641 ekor, Bengkalis 5.012 ekor,” kata Mimi.

Selain itu, jumlah pemotongan hewan kurban di Kabupaten Rokan Hulu mencapai 4.745 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, Indragiri Hulu 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, dan Siak sebanyak 3.744 ekor.

“Selanjutnya Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 3.438 ekor, Kepulauan Meranti 722 ekor, dan di Kota Dumai 3.267 ekor,” paparnya.

Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan hewan kurban, Dinas PKH Riau juga meminta petugas kesehatan hewan di seluruh kabupaten dan kota untuk memperketat pengawasan terhadap hewan ternak yang dijual di penampungan maupun lapak penjualan.

Langkah tersebut dilakukan memastikan hewan kurban dijual kepada masyarakat yaitu dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih saat Idul Adha. “Setelah itu ada diperiksa dan ternak dinyatakannya sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan,” katanya. (Irsyad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.