Kabar Duka Meninggal Arwin AS, Dikenamg Sang Bupati Pembangunan Merintis Siak dari Nol

0 60

DERAKPOST.COM – Sebelumnya, diketahui Kabupaten Siak yang tidak dibangun dalam sehari. Ada banyak cerita, perjuangan, dan keterbatasan harus dilalui saat masa-masa awal daerah berjuluk Negeri Istana, berdiri sebagai kabupaten kini dirasakan. Hal yang demikian ditampakan Bupati Siak Arwin AS pada masa menjabat.

Kini sosok yang berada di balik perjalanan tersebut, H Arwin AS, Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis sekaligus tokoh dikenal, yaitu Bapak Pembangunan Siak ini telah meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi sekitar pukul 07.28 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, dalam usia 73 tahun.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, mantan Bupati Siak dua periode tersebut, Arwin sempat menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya menurun. Kepergian Arwin meninggalkan catatan panjang pada perjalanan pembangunan Siak, terutama ini kabupaten tersebut baru saja memisahkan diri dari Kabupaten Bengkalis pada tanggal 12 Oktober 1999.

Dari sejumlah data dihimpun media. Cerita perjuangan itu pernah disampaikan Arwin. Dalam data dihimpun, Arwin mengisahkan bagaimana sulitnya membangun sebuah kabupaten baru itu, yang harus dilalui saat masa-masa awal daerah berjuluk Negeri Istana, berdiri sebagai kabupaten kini dirasakan. Hal yang demikian ditampakan Bupati Siak Arwin AS pada masa menjabat.

Kini sosok yang berada di balik perjalanan tersebut, H Arwin AS, Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis sekaligus tokoh dikenal, yaitu Bapak Pembangunan Siak ini telah meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi sekitar pukul 07.28 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, dalam usia 73 tahun.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, mantan Bupati Siak dua periode tersebut, Arwin sempat menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya menurun. Kepergian Arwin meninggalkan catatan panjang pada perjalanan pembangunan Siak, terutama ini kabupaten tersebut baru saja memisahkan diri dari Kabupaten Bengkalis pada tanggal 12 Oktober 1999.

Dari sejumlah data dihimpun media. Cerita perjuangan itu pernah disampaikan Arwin. Dalam data dihimpun, Arwin mengisahkan bagaimana sulitnya membangun sebuah kabupaten baru itu, yang dengan kondisi infrastruktur sangat terbatas, bahkan saat itu belum ada tersedia gedung-gedung hal perkantoran yang memadai.

Kabupaten Siak resmi dimekarkan, Arwin saat itu masih menjabat sebagai Kepala Tata Usaha Dinas Pertambangan Provinsi Riau. Ia kemudian ditawari oleh Penjabat Bupati Siak saat itu, Tengku Rafian, untuk menjadi Sekretaris Daerah (Sekda). Arwin saat itu sempat menolak tawaran tersebut. Bahkan, ia menyarankan agar posisi Sekda diberikan kepada Syamsurizal.

Namun, pada akhirnya Arwin tetap diminta atau dipercayakan bisa menduduki jabatan tersebut. “Saya menolak jadi Sekda. Saya ada menawarkan Syamsurizal saja menjadi Sekda. Tetapi ternyata saya tetap ditunjuk sebagai Sekda,” sebagaimana halnya pada sejumlah tulisan media dikala itu. Selama sekitar satu tahun menjadi Sekda, Arwin ini merasa langsung betapa beratnya memulai pemerintahan di kabupaten baru.

Karena diketahui, disaat itu, belum tersedia kantor pemerintahan yang memadai, serta pegawai juga masih sangat terbatas dalam halnya Sumber Daya Manusia (SDM). Maka untuk hal menjalankan roda pemerintahan, Arwin disaat itu bahkan harus dibantu para pegawai dari kecamatan.

“Waktu itu saya belum punya pegawai. Jadi saya harus bekerja sampai tengah malam. Setelah itulah baru saya susun dan banyak dibantu oleh pegawai camat. Maka setelah itu, baru banyak PNS yang mau pindah ke Siak,” ceritanya pada saat itu. Yang artinya, beban pekerjaanya tidak mengenal waktu. Maka Arwin mengaku harus bekerja hingga malam hari untuk halnya memastikan roda pemerintahan dan pembangunan berjalan.

Sementara itu kemampuan keuangan pada daerah tersebut masih sangat terbatas. Ia mengungkapkan, anggaran Kabupaten Siak pada tahun pertama itu, hanya sekitar Rp1 miliar. Meski demikian, keterbatasan dana tersebut tidak menyurutkan akan hal upaya untuk tujuan membangun kabupaten yang baru terbentuk itu.

Hingga akhirnya. Tibalah masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pertama dilakukan di DPRD Siak. Arwin, awalnya tidak berniat maju sebagai bupati, dan apalagi ia sedikit segan karena ada Pj Bupati Tengku Rafian. Tetapi akan dorongan dari masyarakat dan sejumlah tokoh terus berdatangan, bahkan termasuk dari PDIP.

Arwin mengaku, kalau ia sempat berdiskusi dengan Tengku Rafian apakah beliau maju pilkada, tetapi yang bersangkutan itu tidak akan maju. Bahkan saat itu, sudah dua kali ditanyai, Tengku Rafian mengatakan tidak maju. “Namun itu beberapa hari menjelang pemilihan ternyata pak Tengku Rafian maju bersama Asral Rahman,” ujar Arwin dalam pemberitaan lalu.

Untuk diketahui. Dimasa itu ada tiga calon bupati. Arwin itu maju bersama Syamsuar, ada pasangan Tengku Rafian, juga Endang Sukarelawan. Namun saat itu Arwin, yang terpilih menjadi Bupati Siak setelah lewati dua putaran pemilihan. Arwin memimpin sama Syamsuar ebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2001-2006.

Pada masa awal kepemimpinanya, Arwin mulai melakukan pembangunan ini secara bertahap. Salah satu prioritasnya, adalah membangun jalan dengan aspal yang agar akses masyarakat semakin baik. Dan juga gedung perkantoran. Pembangunan itupun mulai dilakukanya di dua sisi wilayah Siak yang dipisahkan oleh Sungai Siak.

Namun, bagi Arwin, pembangunan Kota Siak tidak akan lengkap tanpa kehadiran sebuah jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Karena diketahui, sebelumnya masyarakat harus andalkan perahu dan atau feri untuk menyeberangi sungai. Kondisi itu, dinilai menjadi salah satu hambatan didalam pengembangan kawasan ibu kota kabupaten.

Karena itulah, sejak 2001 mulai dirancang pembangunan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang kemudian menjadi salah satu ikon Kabupaten Siak. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah sepanjang sekitar 1.196 meter itupun dibangun mulai 2002 dan serta diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal 11 Agustus 2007.

Jembatan membentang pada atas Sungai Siak tersebut kemudian menjadi salah satu warisan pembangunan penting pada masa kepemimpinannya. Sehingga akhirnya saya Pilkada priode berikutnya, maka Arwin pun kembali dipercaya memimpin Siak periode 2006-2011 ini, bersama wakilnya OK Fauzi Jamil. Pada periode inipun, pembangunan daerah terus dilanjutkan.

Artinya, dari kabupaten yang dahulu biasa saja, tapi memulai pemerintahan dengan keterbatasan pegawai, kantor, dan bahkan anggaran. Maka disaat ini, Kabupaten Siak telah memiliki berbagai infrastruktur yang menjadi penanda perjalanan pembangunan daerah. Semua itu berkat perjuangan yang dilakukan Arwin merupa sosok Bupati Siak pertama di negeri ini. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.