Ini 20 Poin Tuntutan Demo Mahasiswa dan Masyarakat di Jakarta

0 142

DERAKPOST.COM – Sejumlah organisasi mahasiswa sama kelompok masyarakat sipil megelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Dalam aksi itu, massa menyuarakan 20 tuntutan kepada pemerintah yang dibagi ke dalam kategori 11 tuntutan prioritas dan juga 9 tuntutan lainnya.

Dikutip dari laman Kompas. Aksi digelar oleh Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai), yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan juga kepemudaan dari sejumlah kampus serta daerah. Aliansi Perisai inipun menyatakan tuntutan dibawa pada aksi kali ini, adalah fokus pada persoalan ekonomi nasional, kesejahteraanya masyarakat, pendidikan, ketenagakerjaan, serta hingga kebijakan pertahanan dan keamanan.

Berikut ini daftar 20 Tuntutan Massa Aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, hari Senin (15/6/2026), yang disampaikanya Aliansi Perisai:

11 Tuntutan Prioritas
1. Hentikan kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat.
2. Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.
3. Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
4. Hentikan gelombang PHK massal yang mengancam kesejahteraan buruh.
5. Cabut UU Polri.
6. Hentikan pembangunan batalion teritorial TNI.
7. Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
8. Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
9. Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20% persen), dan pemerataan akses di daerah 3T.
10. Transparansi BPI Danantara dan buka mekanisme pelaksanaannya secara gamblang kepada publik.
11. Copot menteri keuangan, menko perekonomian, dan menteri ESDM atas kegagalan stabilitas sektornya.

9 Tuntutan Umum
1. Hentikan penggusuran dan perampasan tanah di perkotaan maupun pedesaan.
2. Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rakus tanah.
3. Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
4. Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
5. Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
6. Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM.
7. Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil.
8. Hentikan kekerasan terhadap kaum perempuan, lawan budaya feodal-patriarkal.
9. Wujudkan industri nasional yang berbasis pada reforma agraria sejati.

Apa Itu Tuntutan 11+9?
Istilah 11+9 merujuk pada 20 poin tuntutan yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni 11 tuntutan yang dianggap mendesak dan 9 tuntutan bersifat umum. Pada kelompok tuntutan mendesak, massa aksi menyoroti persoalannya harga kebutuhan pokok, nilai tukar rupiah, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), kebijakan pendidikan, hingga transparansi pengelolaan investasi negara. Selain itu, massa juga meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru honorer, mengevaluasi sejumlah program pemerintah yang dinilai bermasalah, serta memperbaiki kondisi fiskal negara.

Adapun pada kelompok tuntutan umum, isu yang disoroti meliputi konflik agraria, biaya pendidikan, hak-hak buruh, perlindungan terhadap aktivis, penegakan supremasi sipil, hingga penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Rizaldy, mengatakan peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di titik telah ditentukan sebelum bergerak menuju Bundaran HI. Menurut dia, massa melakukan long march menuju lokasi aksi pada siang hari dan memusatkan kegiatan di kawasan pada Bundaran HI serta sekitar Dukuh Atas.

Hampir 6.000 Personel Disiagakan Kepolisian menyiapkan ribuan personel untuk mengawal sejumlah aksi yang kini berlangsung di Jakarta pada hari yang sama. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan terdapat empat agenda demonstrasi yang berlangsung di beberapa titik, antara lain Bundaran HI, kawasan Monas, dan Gedung DPR RI.

Sebanyak 5.955 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan memilih rute alternatif, terutama di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, hingga sekitar kompleks DPR/MPR RI di Senayan. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.