DPRD Pelalawan Cari Solusi Macet Jalan Lintas Timur, Gelar RDP Pihak Kontraktor PT GJM dan OPD Terkait

0 71

DERAKPOST.COM – Kemacetan lalulintas, dengan antrian panjang yang terjadi akibat proyek peninggian Jalan Lintas Timur, hal itu menjadi perhatian serius dari pihaknya DPRD Kabupaten Pelalawan. Untuk halnya mencari solusi terbaik, maka digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut pada hari Selasa (14/7/2026).

RDP itu, digelar Komisi III DPRD Pelalawan dengan halnya yaitu memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pihak kontraktor PT Global Jaya Maritimindo (PT GJM) tersebut, bertempat di Kantor DPRD Pelalawan. Yakni, menyangkut kemacetan lalulintas Jalan Lintas Timur, di Kabupaten Pelalawan yang sampai puluhan kilometer karena proyek peninggian jalan.

Kemacetan dari lalulintas di jalan tersebut, dengan antrian panjang, serta macet parah selalu terjadi dititik perbaikan, di Kilometer 74 sampai 84 yang disaat sekarang sedang dikerjakan pihak PT GJM, diduga terjadi itu karena ketidak profesionalan dalam halnya pengerjaan proyek tersebut. Sehingga yang  menjadi keluhan bagi masyarakat melintas di Jalan Lintas Timur, tersebut.

Diketahui, RDP inipun dipimpin Wakil Ketua Komisi III Junaidi Purba itu bersama Ketua Komisi Saniman yang didampingi anggota dewan lainnya Efrizon, H Zakri, dan juga M Tambunan. Pihak kontraktor PT GJM yang tampak dihadiri sebanyak tujuh perwakilan perusahaan itu. Hadir juga ini Kepala Dinas PUPR Pelalawan Irham Nisbar, bahkan ada perwakilanya Dishub Pelalawan.

Wakil Ketua Komisi III Junaidi, kesempatan itu membuka RDP dengan memaparkanya, bahwa masyarakat dan pengguna jalan itu selalu mengeluhkan setiap melewati lokasi perbaikan diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas (Lalin). Bahkan warga juga  mengantre hingga berjam-jam karena arus kendaraan itu padat dan macet. Dalam hal ini, diminta keprofesianalannya.

“Ini, sudah banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan dan selalu viral di medsos. Macet di Jalintim ini jadi perhatian banyak pihak. Jadi harus ditanggapi secepatnya,” ujar Junaidi Purba saat membuka hearing, Selasa (14/7/2026). Ia mengatakan, kalau
jalan di Pelalawan itu tidak semata diguna masyarakat Pelalawan dan Riau saja. Tapi, dilalui oleh berbagai kendaraan.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan, RDP digelar adalah upaya mencarikan jalan keluar agar hal proyek strategis peninggian Jalan Lintas Timur tetap bisa diselesaikan sesuai target tanpa adanya mengorbankan kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik yang menjadi (bagianya) urat nadi dalam perekonomian Kabupaten Pelalawan serta Provinsi Riau.

Sementara itu, anggota DPRD H. Zakri juga menyebutkan agar kontraktor PT GJM bisa memaparkan hal bagian inti permasalahan dan memberikan solusi kemacetan terjadi pada proyek dari pihaknya Kementerian PU senilai Rp177 miliar lebih. “Beberapa waktu lalu kita rapat, di BPJN Riau. Tapi, memang tidak ada kejelasan. Maka sekarang ini kita cari solusinya,” ungkap Zakri.

Anggota Fraksi Golkar ini, menyampaikan, PT GJM yang sebagai pihaknya kontraktor besar itu harusnya sudah memilik rencana kerja yang baik dan terukur. Yang terutama terhadap persoalan muncul selama proses pengerjaan. Kemacetan yang terjadi, harus dikaji yang sebelum pekerjaan dimulai dan ditentukan solusinya. Karena pekerjaan ini sampai bulan Agustus 2027.

Misalnya, ungkap Zakri, itu membuat jalur alternatif bisa melewati perkebunan sawit, menambal bahu jalan itu agar bisa dilewati kendaraan dua arah, hingga dapat merawat badan jalan miliknya Pemda dipakai halnya  sebagai pengalihan arus lalu lintas. “Intinya keluhan masyarakat, yang pengguna Jalan Lintas Timur tersebut dapat berjalan lancar sesuai ketentuan,” sebutnya

Dalam pembahasan, seluruh pihak sepakat bahwa pengaturan lalu lintas yang menjadi langkah utama kepadatanya kendaraan di lokasi pekerjaan tersebut. Yang salah satu solusi diusul pengaturan jam operasional kendaraan angkutan berat, terutama pada jam-jam sibuk, serta mengarahkannya bagi kendaraan itu menggunakan jalan lainnnya yang sebagai jalur alternatif.  (Advetorial/Ajo Marbun)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.