Diduga Polisi Inisial WP yang Bunuh Ibu Kandung di Sungai Apit Siak, Dua Bilah Pisau Disita dan Motif Didalami

0 53

DERAKPOST.COM – WP (37) ini merupakan Anggota Bidokkes Polda Riau, membunuh ibu kandungnya, F (64) yang di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Pelaku inipun diduga, membunuh dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau. Kini polisi sudah menyita dua bilah pisau.

“Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas Satreskrim Polres Siak. Hal itupun menemukan 1 bilah pisau berbercak darah dengan gagang berwarna hijau dan 1 bilah pisau lipat juga itu ada bercak darah,” kata Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga, kepada wartawan.

Barang bukti lainnya, 1 buah ransel, 1 buas tas tangan serta perhiasan berupa 1 buah gelang emas serta sepasang anting emas milik korban. Pelaku ini diduga membunuh ibunya karena gangguan jiwa.  Sementara, halnya motif pembunuhan itu masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

Pelaku itu, telah diamankan dan dikirim ke Biddokkes Polda Riau untuk hal menjalani observasi kejiwaan. Sementara itu jenazah korban dilakukanya otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.Yang diketahui itu, ditemukan tewas dalam rumahnya di Jalan Gajah Mada, di Sungai Apit.

Yakni F ditemukan tewas dalam rumahnya tersebut, hari Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 06.00 WIB. Korban yang ditemukan bersimbah darah tergeletak di atas kasur.  Korban diduga dibunuh anak kandungnya merupa seorang anggota polisi. Disaat ini WP sudah ditangkap polisi.

Kronologi Kejadian

Polisi di Siak diduga bunuh ibu kandungnya itu sempat pergi usai kejadian. F itu, tewas dalam rumahnya betada Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sungai Apit, di Kabupaten Siak, Selasa (27/10/2026), sekitaran pukul 06.00 WIB. Pelaku WP diduga membunuh ibunya menggunakan senjata tajam.

WP itu berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol), bertugas di Bidang Kedokteran Kesehatan (Bidokkes) Polda Riau. Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa. Hal itu, seperti disampaikan oleh Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga ini ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembunuhan.

Ia juga menjelaskan, peristiwa ini pertama kali terungkap ketika salah seorang saksi, Afrina Ramayana Daulay itu merasa curiga seusai terduga pelaku keluar rumah sekitar pukul 06.30 WIB. Pelaku ini sempat berkata bahwa ibunya tidur dengan nyaman. Hal itu yang membuat ada kecurigaan.

“Pelaku diketika itu, kemudian mendatangi tetangganya ini untuk meminta uang tunai, lalu meminta tolong pada warga setempat untuk diantarkan menuju kawasan Pasar Sungai Apit dengan secara tergesa-gesa,” kata Dedek. Lanjutnya, rasa penasaran itu saksi memeriksa rumah korban.

Pintu rumah korban yang ditemukan tidak terkunci. Saksi kemudian masuk dan serta menemukan F, yakni sudah dalam kondisi telungkup tak bernyawa ada di atas kasur ruang televisi. Tubuh dan pakaian korban bersimbah darah. Warga setempat itupun langsung melaporkan kejadian.

Personel kepolisian yang sudah menerima laporan bergerak melakukan pengamanan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Yang tak butuh waktu lama, pelaku dapat ditangkap. “Sekitar pukul 07.30 WIB, pihak petugas dapat informasi dari seorang supir travel, hal posisi pelaku,” ujarnya.

Keberadaan pelaku di sekitar Jalan Hang Tuah, di Kelurahan Sungai Apit. Petugas langsung melakukan penangkapan dan membawa terduga pelaku ke Mapolsek Sungai Apit. Disampaikan dia, sementara itu jenazah korban telah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. (Berry)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.